MEMANG, KALAU kita ajukan pertanyaan “Di mana Allah?” kepada setiap orang, jawaban yang kita dapat akan beragam. Anda bisa buktikan sendiri dengan bertanya kepada setiap orang Islam yang Anda temui. Saya yakin, jawaban mereka tidak akan sama. Umumnya mereka akan menjawab bahwa Allah “di mana-mana”. Bahkan, kalau tidak salah, ada sebuah sinetron di televisi yang berjudul: Tuhan ada di mana-mana (?).
Dalam suatu pengajian selepas shalat isya’ menjelang shalat Tarawih pada bulan Ramadhan 1426 H yang lalu di suatu masjid di daerah Depok, seorang penceramah melontarkan satu pertanyaan kepada para hadirin yang hadir pada saat itu. Pertanyaan yang dilontarkan sangat simpel dan sederhana, yaitu, “Di mana Allah?”. Mendengar pertanyaan yang mungkin belum pernah terdengar, para jama’ah yang hadir tersebut diam dan tidak terdengar ada jawaban. Lalu, penceramah tersebut mengulangi lagi pertanyaannya,”Bapak-bapak, Ibu-ibu, di mana Allah?”. Setelah ditunggu beberapa saat tidak terdengar juga ada jawaban. Namun tanpa disangka dan diduga dua anak kecil yang berada di shaf (barisan) paling belakang duduk di dekat pintu masuk khusus kaum pria, mereka berdua dengan wajahnya yang sangat polos menjawab,” Allah di langit”. Dalam kesempatan lain dan di tempat lain, penceramah tersebut juga mengajukan pertanyaan yang sama kepada jama’ah yang hadir,”Di mana Allah?”. Ada seorang hadirin yang menjawab,”Allah ada di mana-mana dan Dia ada di setiap tempat”, ada lagi yang mencoba untuk menjawab,”Allah ada di hati kita”. Ada lagi yang lainnya mengatakan,”Allah tidak punya tempat”, yang lain lagi mengatakan,”Kita tidak boleh menanyakan hal itu”.[1]
Saya sendiri punya pengalaman pribadi tentang hal ini. Pernah suatu ketika, sebuah buletin islami –saya termasuk salah satu redakturnya- mengajukan quiz (pertanyaan) kepada beberapa mahasiswa dari sebuah Perguruan Tinggi cukup terkenal di Indonesia. Redaksi mengajukan pertanyaan sebagai berikut[2]:
*****
Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Temen-temenku semua, mari kita uji pengetahuan mengenai aqidah kita. Ada sebuah pertanyaan nih …
Di manakah Allah Subhanahu wa Ta’ala?
Di Hati
Di Mana-mana
Di langit ( di atas ’Arsy-Nya)
Sebutkan alasannya! Bagi yang bisa menjawab dengan benar akan mendapatkan bingkisan menarik.
*****
Hasilnya, jawaban yang diberikan beragam. Ada yang mengatakan Allah di mana-mana, Allah di hati, Allah dekat, Allah di langit, Allah tidak di mana-mana, dan ada yang menjawab ”wallahu a’lam” alias tidak tahu di mana Allah berada. Ada juga yang mengatakan bahwa hal ini tidak boleh dipertanyakan. Sayangnya, sebagian berkas jawaban hilang, sehingga tidak bisa ditampilkan semua di sini. Anda bisa melihat sebagian jawaban di halaman lampiran.
Melihat realita yang seperti ini, wajar kiranya jika kita bertanya-tanya.
Di manakah sebenarnya Allah berada?
Apakah Allah tidak memberitahu kita tentang keberadaan diri-Nya?
Apakah Rosululloh tidak pernah mendapatkan wahyu tentang keberadaan Allah ?
Benarkah Allah di mana-mana?
Lalu, bagaimana dengan orang yang mengatakan bahwa Allah di langit?
Bolehkah kita mempertanyakan keberadaan Allah ?
Bagaimana juga dengan orang yang mengatakan ….
Untuk memperoleh jawaban yang benar dari pertanyaan-pertanyan ini, mari kita ikuti pembahasan selanjutnya.
(Dikutip dari buku saya yang berjudul ”TERNYATA ALLAH BUKAN DI MANA-MANA” (Meluruskan Kesalahpahaman Tentang Keberdaan Allah”)
[2] Pertanyaan ini diajukan kepada sekitar 50 orang mahasiswa dari jurusan dan fakultas yang berbeda.
DIarsipkan di bawah: Kritis Dalam Beragama