BADAN SEHAT, NGAJI PUN ENAK!

˜*-*-*-*-0-0-0-*-*-*-*™

“Puasalah kalian, niscaya kalian akan sehat.”

(HADITS DHA’IF [LEMAH])

˜-0-0-0-™

M

emang, ngaji merupakan suatu hal yang penting. Tanpa ngaji, jiwa kita akan sakit. Tapi, kita juga harus ingat. Jangan karena saking semangatnya ngaji, maka kita lupa untuk menjaga kesehatan tubuh. Bisa-bisa nanti badan kita sakit. Kalau sudah sakit, aktivitas ngaji kita nanti jadi terhambat.

Bayangkan coba kalau badan kita sakit. Apalagi sakitnya parah. Berangkat ke pengajian tidak bisa. Mau baca tidak enak. Apalagi mau menghafal. Tidak bakalan bisa konsentrasi. Oleh karena itu, penting bagi seorang penuntut ilmu untuk memperhatikan kesehatan tubuhnya.

Namun, Anda jangan khawatir. Agar tubuh Anda tetap sehat dan bugar, berikut ini ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan.

    1. Mengatur menu dan pola makan

Makanan sangat berpengaruh bagi perkembangan tubuh manusia. Jika makanan yang dimakan berkualitas, tubuh pun akan bisa tumbuh dengan baik. Oleh karena itu, kita diperintah untuk memakan makanan yang mengandung gizi.

Kita tentu masih ingat dengan menu makanan 4 sehat 5 sempurna, bukan? Syarat utama makanan 4 sehat, ialah yang mengandung:

  1. Salah satu atau lebih bahan makanan sumber zat pembakar (tenaga). Bahan makanan sumber zat pembakar dapat diperoleh dari: nasi, kentang, jagung, ubi, roti, sagu, mie, ubi kayu, gandum dan lain-lain.
  2. Salah satu atau lebih bahan makanan sumber zat pembangun. Bahan makanan sumber zat pembangun sel-sel tubuh dapat diperoleh dari: tempe, tahu, keledai – eh salah- kedelai, kacang hijau, kacang tanah, ikan asin, ikan segar, telur, ikan teri, daging, hati, ayam, dan lain-lain.
  3. Salah satu atau lebih bahan makanan sumber zat pengatur yang tergolong pada sayur-sayuran, seperti: bayam, kacang panjang, kangkung, wortel, tomat, daun singkong, terung, buncis, kol, dan lain-lain
  4. Salah satu atau lebih bahan makanan sumber zat pengatur yang tergolong pada buah-buahan, seperti: pisang, pepaya, jambu biji, salak, mangga, jeruk, jambu, kedondong, rambutan, nangka, nanas, dan lain-lain.

Agar pertumbuhan tubuh menjadi sempurna, maka selain yang 4 macam (4 sehat) tersebut di atas, perlu diberi tambahan lagi, yaitu dengan segelas susu. Maka hidangan yang demikian itu disebut dengan 4 sehat 5 sempura. Ringkasnya, menu makanan 4 sehat 5 sempurna adalah makanan yang terdiri dari: nasi, lauk-pauk, sayur, buah, dan ditambah segelas susu.

Namun kita juga perlu memperhatikan porsi makan kita. Jangan makan terlalu berlebihan. Makan dan minumlah dengan porsi sedang (sederhana). Tentang hal ini, Islam telah memberikan rambu-rambu. Allah berfirman:

“…dan makan dan minumlah, dan jangan berlebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

Para ulama mengatakan,”Sederhana dalam makan dan minum merupakan faktor utama terpeliharanya kesehatan.”

Kemudian juga, untuk memelihara kesehatan, kita tidak boleh mengkonsumsi makanan dan minuman yang berbahaya bagi tubuh, seperti daging babi dan minuman keras. Termasuk juga rokok tentunya.

Dan, ada baiknya juga kita mengkonsumi madu. Sebab madu sangat baik untuk kesehatan. Bahkan, madu juga berfungsi untuk mengobati berbagai macam penyakit. Allah berfirman:

“Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan”. (QS. An-Nahl [16]:69)

Oya, hampir lupa. Biasakan minum air putih setidaknya 8 gelas setiap hari. Dua liter air yang kita konsumsi itu berguna untuk mengatur suhu tubuh, aliran darah dan menyebarkan gizi ke seluruh tubuh. Jadi tak ada ruginya untuk membiasakan diri mengkonsumsi air putih dengan takaran yang tepat.

    1. Pola hidup sehat

Selain makanan, agar badan kita tetap bugar, pola hidup pun harus kita perhatikan. Jaga kebersihan tubuh. Mandi yang teratur, gosok gigi, keramas, merawat rambut, dan memakai pakaian yang bersih.

Rasulullah sangat menganjurkan ummatnya untuk hidup bersih. Dan beliau sangat benci dengan orang yang berpenampilan kotor (jorok).

Dari Jabir bin ‘Abdillah, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengunjungi rumah kami, lalu beliau melihat seseorang yang rambutnya acak-acakan, maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkata: “Apakah orang ini tidak menemukan sesuatu yang bisa mengatur rambutnya?”

Dan beliau juga melihat orang lain yang memakai baju kotor, maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkata:”Apakah orang ini tidak menemukan air untuk mencuci bajunya?” (HR. Ahmad dan selainnya dan dishahihkan oleh Al- Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Barangsiapa yang memiliki rambut, maka muliakanlah.” (HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Ada sepuluh perkara termasuk fithrah (kesucian): memotong kumis, memelihara jenggot, bersiwak (menyikat gigi), menghirup air ke hidung (ketika wudhu), memotong kuku, mencuci lipatan (sela-sela) jari, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, beristinja (cebok), dan berkumur-kumur”. (HR. Muslim)

Selain kebersihan tubuh, kebersihan lingkungan pun harus dijaga. Sebab, lingkungan yang kotor, jorok, dan tidak terawat, bisa mengundang berbagai macam penyakit. Biasakanlah untuk membersihakan setiap ruangan (serta perabotan) yang ada di dalam rumah Anda secara rutin. Tidak lupa pula untuk membersihkan pekarangan rumah.

Kemudian, tidak kalah penting dari itu semua, hendaknya kita beristirahat yang cukup. Jangan biasakan begadang. Apalagi begadangnya untuk melakukan hal-hal yang tidak ada manfaatnya, seperti ngerumpi dan nonton TV. Tidurlah sesuai kebutuhan. Cukuplah bagi kita untuk tidur 6-8 jam dalam sehari-semalam. Jangan lebih. Kalau kurang nggak apa-apa. Tapi dengan syarat tidak mengganggu kesehatan Anda, dan waktunya digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.

Ibnu Jama’ah rahimahullah berkata tentang adab seorang penunut ilmu (syar’I): “Hendaknya menyedikitkan tidur selama tidak membahayakan badan dan otaknya. Jangan menambah waktu tidur melebihi 8 jam, yaitu sepertiga waktunya (dari 24 jam). Jika keadaannya memungkinkan untuk tidur kurang dari waktu tersebut, maka lakukanlah.”

    1. Olah raga

Beberapa ahli kesehatan dunia telah sepakat bahwa olahraga yang dilakukan secara berkesinambungan, teratur, rutin dan dilakukan dalam keadaan tenang dan senang akan memberikan manfaat sebagai berikut:

- Otot menjadi keras, kuat dan liat

- Kekuatan tenaga bertambah

- Keadaan fisik dan psikis stabil

- Emosi mudah terkendali

- Tidur dapat lebih nyenyak

- Penuh rasa segar, bugar, senang, dan percaya diri

- Berat badan meningkat

- Kemungkinan untuk mendapatkan penyakit relatif sangat kecil, karena daya tahan tubuh lebih kuat

Setidaknya ada 5 jenis olah raga yang cocok untuk orang-orang yang sibuk dan selalu merasa kekurangam waktu. Dengan cara yang paling sederhana dan mudah, karena setiap orang pun tahu persis cara melakukannya. Yakni: Lari pagi, senam pagi, jongkok berdiri, push up, sit up.

Untuk melakukan salah satu jenis olahraga ini, seseorang yang merasa dirinya sibuk dan kekurangan waktu, hanya akan membuang waktu sekitar 10 menit setiap pagi hari. Ia akan mendapatkan kebugaran, rasa segar, rasa senang, kekuatan dan kelenturan ototnya, sebagai salah satu bekal untuk bisa belajar dengan baik sepanjang hari.

*****************

AROMA ROTI

*****************

Abu Ali Al-Hasan bin Ali Al-Balkhi berkata,”Saya pernah tinggal di Asqalan untuk belajar dari Ibnu Mushahhih dan lainnya. Nafkah saya semakin menipis hingga beberapa hari saya tidak bisa makan. Saya ingin menulis pelajaran, tapi tidak bisa (karena sangat lapar). Saya pergi ke toko roti dan duduk di dekat roti tersebut untuk mencium aromanya agar saya punya tenaga. Kemudian Allah membantu saya.”

******

(Dikutip dari buku saya yang berjudul “YUK, NGAJI, YUK!”)

Tinggalkan Balasan