*-*-*-*-0-0-0-*-*-*-*
“Menuntut ilmu hukumnya wajib atas setiap Muslim.”
(HR. Ibnu Majah [224])
-0-0-0-
|
J |
ika Anda seorang pelajar, apa yang akan Anda lakukan jika Anda bercita-cita untuk bisa menembus sebuah Perguruan Tinggi Negeri paforit? Jawabannya jelas. Anda tentu akan belajar mati-matian. Anda tentu akan mengerahkan segala cara untuk bisa memperoleh apa yang Anda cita-citakan. Misalnya dengan belajar setiap hari, mengulang pelajaran di sekolah, latihan soal-soal, dan menghafal. Bahkan kalau perlu Anda akan mendaftarkan diri di sebuah lembaga bimbingan belajar untuk memperoleh pelajaran tambahan. Intinya, bisa dikatakan bahwa belajar merupakan suatu hal yang “wajib” bagi Anda. Jika tidak begitu, jangan harap Anda akan memperoleh apa yang Anda inginkan.
Sampai di sini, Anda tentu sudah bisa menebak arah pembicaraan saya, bukan? Ya, benar sekali. Bagi seorang Muslim, jika dia ingin masuk surga, maka dia “wajib” belajar. Belajar apa? Tentu saja belajar ilmu agama. Sebab, penjelasan rumus masuk surga cuma ada di dalam ilmu agama. Tidak ada penjelasan cara masuk surga dalam ilmu dunia. Semuanya hanya ada dalam ilmu agama. Kesimpulannya, jika kita ingin masuk surga, maka wajib untuk belajar agama.
Coba perhatikan baik-baik hadits berikut ini.
Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku bertanya (kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam): “YA Rasulullah! Beritahukanlah kepadaku tentang suatu amalan yang dapat memasukkan aku ke dalam Surga dan menjauhkan aku dari Neraka.” Nabi menjawab,”Engkau telah bertanya tentang perkara yang besar, namun hal itu adalah suatu yang ringan bagi orang yang diberi kemudahan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala atasnya. (Caranya) engkau menyembah Allah saja dan jangan menyekutukan sesuatupun dengan-Nya, dan mengerjakan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan mengerjakan haji ke Baitullah.” (HR. At-Tirmidzi).
Dalam hadits di atas, Rasulullah memberitahukan kepada kita bahwa di antara cara masuk Surga adalah dengan beribadah kepada Allah saja dan menjauhi syirik (mentauhidkan Allah), mengerjakan shalat, mengeluarkan zakat, puasa di bulan Ramadhan, dan pergi haji ke Mekah. Namun, tahukah Anda: Bagaimana cara beribadah yang benar kepada Allah? Bagaimana cara mentauhidkan Allah? Apa saja yang bisa membatalkan tauhid seseorang? Apa saja bentuk-bentuk kesyirikan? Bagaimana cara shalat yang dicontohkan Rasulullah? Apa saja rukun shalat? Apa saja perkara yang membatalkan shalat? Kapan waktu-waktu shalat? Apa syarat sah shalat? Berapa ukuran zakat yang wajib dikeluarkan? Kapan dikeluarkannya? Barang apa saja yang wajib dizakati? Apa rukun puasa? Apa saja yang membatalkan puasa? Apa sunnah-sunnah puasa? Bagaimana cara haji? Kapan waktunya? Dst.. dst…
Dari sekian pertanyaan di atas, dapatkah Anda temukan jawabannya di dalam ilmu Matematika, Fisika, Biologi, Petanian, Kedokteran, Teknik Mesin, dan ilmu-ilmu dunia yang lain? Jelas tidak akan Anda dapati jawabannya di sana. Sebab, jawabannya cuma ada di dalam ilmu agama.
Oleh karena itu, sekali lagi saya katakan dan tegaskan. Jika Anda ingin masuk Surga, maka Anda mesti belajar ilmu agama. Belajar agama hukumnya wajib bagi setiap muslimin dan muslimat. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah:
“Menuntut ilmu hukumnya wajib atas setiap Muslim.”(HR. Ibnu Majah [224])
Yang dimaksud dengan “ilmu” dalam hadits di atas adalah ilmu agama, bukan ilmu dunia. Sebagaimana penjelasan para ulama, bahwa perintah untuk menuntut ilmu bagi setiap individu Muslim sebagaimana yang terdapat dalam Al-Qur’an dan hadits, maksudnya adalah ilmu agama. Adapun ilmu keduniaan, seperti ilmu matematika, pertanian, kedokteran dll., tidak setiap orang diwajibkan untuk menuntutnya.
***
Butuh Keseriusan
Sebagaimana telah saya kemukakan di atas, jika Anda ingin masuk sebuah PT paforit, maka Anda harus belajar sungguh-sungguh. Tidak boleh main-main. Harus serius.
Sama juga halnya jika Anda ingin masuk surga. Sebab, Surga merupakan satu-satunya tempat paforit di akhirat. Jika Anda tidak masuk surga, otomatis Anda akan masuk neraka. Tidak ada tempat ketiga. Maka, untuk bisa masuk surga, mau tidak mau Anda harus bersungguh-sungguh belajar agama. Tidak boleh setengah-setengah. Tidak boleh bermalas-malasan. Jangan Anda jadikan belajar agama sebagai kegiatan sambilan yang dilakukan sekedarnya.
Oleh karena itu, sesibuk apapun Anda, selalu luangkan waktu untuk belajar agama. Jangan pernah bosan, jangan pernah jemu. Jika dalam sehari Anda punya waktu 24 jam, minimal satu jam Anda gunakan untuk belajar ilmu agama. Baca buku aqidah, fikih, tafsir, hadits, akhlak, dll. Atau, dengarkan kaset ceramah. Bisa juga dengan menonton VCD kajian.
Kalau untuk ilmu dunia saja bisa Anda luangkan waktu untuk mempelajarinya sesibuk apapun Anda; masak untuk ilmu agama tidak ada waktu. Kalau hanya gara-gara ingin masuk Perguruan Tinggi favorit, Anda rela mati-matian belajar ilmu dunia, bahkan disempat-sempatkan ikut kursus ini-itu yang biayanya mahal, masak untuk masuk Surga Anda tidak bisa. Kalau untuk mengikuti ujian di dunia, Anda bisa belajar mati-matian semalam suntuk, masak untuk mengikuti ujian di akhirat Anda tidak bisa belajar mati-matian juga.
Ingat! Di akhirat juga ada ujiannya. Untuk bisa masuk Surga, ada seleksinya. Tidak sembarangan orang bisa masuk Surga. Sefavorit apapun Universitas di dunia, tidak ada yang bisa menandingi Surga. Bayangkan coba! Untuk bisa masuk Universitas pavorit di dunia saja seleksinya sedemikian ketat, apalagi untuk masuk Surga.
Bahkan perlu kita ketahui juga. Di alam kubur pun ada ujiannya juga. Seseorang yang meninggal dunia, di kuburnya akan diberi tiga soal: Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa nabimu? Hanya orang-orang yang sungguh-sungguh belajar di dunia sajalah yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dengan baik. Merekalah yang akan lolos tes untuk selanjutnya merasakan kenikmatan tinggal di ruang VIP sambil menunggu kedatangan hari kiamat. Adapun mereka yang gagal, akan menerima nasib digebukin Malaikat dengan palu godam dan setelah itu harus rela tinggal di ruang penyiksaan sampai malaikat Israfil meniup sangkakalanya.
Ngomong-ngomong, kita semua tentu ingin masuk surga khan? Maka, mari kita bersungguh-sungguh menuntut ilmu agama. Insya Allah, jika kita serius mencarinya, maka jalan menuju surga akan di buka lebar-lebar oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Rasulullah bersabda:
“Barangsiapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga.” (HR. Muslim [2699])
(Dikutip dari buku saya yang berjudul “YUK, NGAJI, YUK!”)
DIarsipkan di bawah: Kritis Dalam Beragama