<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: MENYIKAPI KHILAFIYAH</title>
	<atom:link href="http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/05/11/menyikapi-khilafiyah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/05/11/menyikapi-khilafiyah/</link>
	<description>Berilmu Sebelum Berkata dan Berbuat</description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 Aug 2008 02:15:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: sufimuda</title>
		<link>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/05/11/menyikapi-khilafiyah/#comment-16</link>
		<dc:creator>sufimuda</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 04:23:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muhammadmujianto.wordpress.com/?p=28#comment-16</guid>
		<description>Salam,
Prof Khaled Abou Al-Fadh, seorang ahli hukum Islam yang mempunyai lebih 50 ribu kitab lama dan baru, mengatakan bahwa seseorang boleh diangkat menjadi seorang ahli hukum Islam apabila telah lebih 20 tahun mempelajari hukum Islam, dan menguasai semua mazhab dalam Islam sehingga setiap fatwa yang dikeluarkan benar2 adil tidak subjektif.
Sekarang, ada orang kuliah di pertanian cuma rajin ikut kajian kampus, trus aktif di lembaga2 formal Islam, jadi pengurus MUI, langsung dengan seenaknya mengeluarkan fatwa sesat, bid&#039;ah kepada kelompok yang berseberangan dengan dia,
Saat ini kita telah berada dalam zaman krisis Ulama, 
Kiayi sudah main sinetron, dan pemain sinetron berubah jadi pendakwah.
Baru kemaren masuk Islam, hapal 2 3 ayat langsung dakwa membabi buta, berani mengeluarkan pernyataan2 hukum tanpa rasa bersalah dan malu.
Itulah saudaraku Islam saat ini....
mari kita bersatu, mari kita saling menghargai, Nabi bersabda &quot; perbedaan dalam ummatku adalah rahmat&quot;
mari kita menjadi rahmatan lil &#039;alamin bagi diri kita, keluarga, lingkungan, ummat Islam dan seluruh manusia.

Salam kenal

Secara umum saya sependapat dengan Anda. Intinya sih, kalo menurut saya, kita harus banyak belajar, banyak membaca, banyak mengkaji, menganalisa dan berpikir kritis. Jangan jadi muqollid (pengekor). Namun, jangan sungkan-sungkan untuk bertanya kepada ahlinya (ULAMA) jika kita tidak mengetahui suatu permasalahan. Tapi tetep jangan jadi muqallid. Hendaknya kita harus selalu mengedepankan sikap kritis. 
Kemudian, apabila kita melihat kekeliruan terdapat pada orang lain, hendaknya kita menasihati dan meluruskan secara baik-baik. Dengan penuh sopan-santun dan bahasa yang lembut, dan dengan sarana yang menurut kita paling mengena untuk orang itu. Lalu, seandainya ada orang yang meluruskan kita, hendaknya kita berbaik sangka terlebih dahulu kepada orang itu. Terimalah nasihatnya secara terbuka dan lapang dada. Jika ternyata yang disampaikannya menurut kita keliru, kita bisa memberi tanggapan balik secara baik-baik agar orang itu tidak tersinggung. Dengan begitu, akan tumbuhlah budaya saling menasihati dan saling menghargai di antara sesama ummat Islam. Begitu menurut saya. Bagaimana menurut Anda?
Oya, mohon maaf sebelumnya. Hadits yang Anda bawakan ” perbedaan dalam ummatku adalah rahmat”, setahu saya, statusnya la ashla lahu (tidak-ada asal-usulya). Anda bisa baca penjelasan panjang lebarnya di kitab Sifat Shalat Nabi karya Syaikh Al-Albani rahimahullah. Wallahu a’lam. 
Mari kita bersatu di atas jalan yang telah ditempuh oleh Rasulullah dan para Shahabatnya (shirothol mustaqim). Allahu Akbar!!!
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam,<br />
Prof Khaled Abou Al-Fadh, seorang ahli hukum Islam yang mempunyai lebih 50 ribu kitab lama dan baru, mengatakan bahwa seseorang boleh diangkat menjadi seorang ahli hukum Islam apabila telah lebih 20 tahun mempelajari hukum Islam, dan menguasai semua mazhab dalam Islam sehingga setiap fatwa yang dikeluarkan benar2 adil tidak subjektif.<br />
Sekarang, ada orang kuliah di pertanian cuma rajin ikut kajian kampus, trus aktif di lembaga2 formal Islam, jadi pengurus MUI, langsung dengan seenaknya mengeluarkan fatwa sesat, bid&#8217;ah kepada kelompok yang berseberangan dengan dia,<br />
Saat ini kita telah berada dalam zaman krisis Ulama,<br />
Kiayi sudah main sinetron, dan pemain sinetron berubah jadi pendakwah.<br />
Baru kemaren masuk Islam, hapal 2 3 ayat langsung dakwa membabi buta, berani mengeluarkan pernyataan2 hukum tanpa rasa bersalah dan malu.<br />
Itulah saudaraku Islam saat ini&#8230;.<br />
mari kita bersatu, mari kita saling menghargai, Nabi bersabda &#8221; perbedaan dalam ummatku adalah rahmat&#8221;<br />
mari kita menjadi rahmatan lil &#8216;alamin bagi diri kita, keluarga, lingkungan, ummat Islam dan seluruh manusia.</p>
<p>Salam kenal</p>
<p>Secara umum saya sependapat dengan Anda. Intinya sih, kalo menurut saya, kita harus banyak belajar, banyak membaca, banyak mengkaji, menganalisa dan berpikir kritis. Jangan jadi muqollid (pengekor). Namun, jangan sungkan-sungkan untuk bertanya kepada ahlinya (ULAMA) jika kita tidak mengetahui suatu permasalahan. Tapi tetep jangan jadi muqallid. Hendaknya kita harus selalu mengedepankan sikap kritis.<br />
Kemudian, apabila kita melihat kekeliruan terdapat pada orang lain, hendaknya kita menasihati dan meluruskan secara baik-baik. Dengan penuh sopan-santun dan bahasa yang lembut, dan dengan sarana yang menurut kita paling mengena untuk orang itu. Lalu, seandainya ada orang yang meluruskan kita, hendaknya kita berbaik sangka terlebih dahulu kepada orang itu. Terimalah nasihatnya secara terbuka dan lapang dada. Jika ternyata yang disampaikannya menurut kita keliru, kita bisa memberi tanggapan balik secara baik-baik agar orang itu tidak tersinggung. Dengan begitu, akan tumbuhlah budaya saling menasihati dan saling menghargai di antara sesama ummat Islam. Begitu menurut saya. Bagaimana menurut Anda?<br />
Oya, mohon maaf sebelumnya. Hadits yang Anda bawakan ” perbedaan dalam ummatku adalah rahmat”, setahu saya, statusnya la ashla lahu (tidak-ada asal-usulya). Anda bisa baca penjelasan panjang lebarnya di kitab Sifat Shalat Nabi karya Syaikh Al-Albani rahimahullah. Wallahu a’lam.<br />
Mari kita bersatu di atas jalan yang telah ditempuh oleh Rasulullah dan para Shahabatnya (shirothol mustaqim). Allahu Akbar!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: akmalhasan</title>
		<link>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/05/11/menyikapi-khilafiyah/#comment-15</link>
		<dc:creator>akmalhasan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 02:49:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muhammadmujianto.wordpress.com/?p=28#comment-15</guid>
		<description>Ciri manusia sebagai makhluk yang suka berselisih hingga menumpahkan darah sudah dikabarkan dalam Al-Qur&#039;an 2:30. 

&quot;Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, &quot;Aku hendak menjadikan khalifah di bumi&quot;. Mereka berkata,&quot;Apakah engkah hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?&quot;. Dia berfirman,&quot;Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui&quot;.

Ungkapan malaikat tersebut telah menjadi kenyataan, ketika manusia memperturutkan hawa nafsu dan ego (kebenaran adalah milik saya) nya.

Salam..

Salam juga</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ciri manusia sebagai makhluk yang suka berselisih hingga menumpahkan darah sudah dikabarkan dalam Al-Qur&#8217;an 2:30. </p>
<p>&#8220;Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, &#8220;Aku hendak menjadikan khalifah di bumi&#8221;. Mereka berkata,&#8221;Apakah engkah hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?&#8221;. Dia berfirman,&#8221;Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui&#8221;.</p>
<p>Ungkapan malaikat tersebut telah menjadi kenyataan, ketika manusia memperturutkan hawa nafsu dan ego (kebenaran adalah milik saya) nya.</p>
<p>Salam..</p>
<p>Salam juga</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: udateddi</title>
		<link>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/05/11/menyikapi-khilafiyah/#comment-14</link>
		<dc:creator>udateddi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 02:14:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muhammadmujianto.wordpress.com/?p=28#comment-14</guid>
		<description>Assalammu&#039;alaykum
waah..artikel yang bagus akhi...barakallahu fik...

Wa&#039;alaikumussalam
wa fiika barakalloh</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalammu&#8217;alaykum<br />
waah..artikel yang bagus akhi&#8230;barakallahu fik&#8230;</p>
<p>Wa&#8217;alaikumussalam<br />
wa fiika barakalloh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: nenyok</title>
		<link>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/05/11/menyikapi-khilafiyah/#comment-12</link>
		<dc:creator>nenyok</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 00:48:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muhammadmujianto.wordpress.com/?p=28#comment-12</guid>
		<description>Salam
Mungkin kebanyakan mengikuti karena faktor figuritas yang akhirnya jadi taqlid buta. BTW yang terpenting jangan beda soal akidah aja, Umat islam kan bagai satu tubuh. Postingan yang menarik dan menyejukan. trims
Salam kenal aja :)

Terima kasih juga</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam<br />
Mungkin kebanyakan mengikuti karena faktor figuritas yang akhirnya jadi taqlid buta. BTW yang terpenting jangan beda soal akidah aja, Umat islam kan bagai satu tubuh. Postingan yang menarik dan menyejukan. trims<br />
Salam kenal aja <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Terima kasih juga</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
