BAB 5. KAYA DAN PANJANG UMUR SETELAH JUM’ATAN

“Bukanlah kaya itu karena banyaknya harta, kata Rasulullah, akan tetapi kaya itu adalah kekayaan jiwa”

(HR. Bukhari dan Muslim)

˜ooo™

Kaya Setelah Jum’atan

Setelah melakukan berbagai macam amal ibadah yang disunnahkan Rasulullah untuk dikerjakan di hari Jum’at serta amal ibadah lainnya (yang bersifat umum), maka insya Allah kita akan menjadi orang yang kaya raya. Tentunya ”kaya” yang dimaksud di sini adalah kaya dalam hal pahala. Namun, kita pun seolah-olah telah menjadi orang yang kaya harta oleh sebab amal ibadah yang telah kita lakukan di hari Jum’at.

Sebagai bukti, mari kita simak baik-baik hadits berikut ini.

“Jika hari Jum’at telah tiba, para Malaikat berdiri di depan pintu-pintu masjid. Mereka menulis orang yang datang di awal lalu setelahnya. Perumpamaan orang yang bersegera menghadiri shalat Jum’at seperti orang yang berkurban seekor unta, lalu yang setelahnya seperti orang yang berkurban seekor sapi, kemudian seperti orang yang berkurban seekor kambing, kemudian seperti orang yang berkurban seekor ayam, kemudian seperti orang yang berkurban sebutir telur. Jika imam telah keluar dan duduk di atas mimbar, maka para Malaikat pun menutup buku catatan tersebut dan duduk untuk mendengarkan khutbah.” (Muttafaq ‘Alaihi)

Dalam hadits ini dikatakan, jika kita bersegera mendatangi masjid untuk melaksanakan shalat Jum’at, maka kita seperti orang yang bersedekah seekor unta. Nah, sekarang, coba kita bayangkan. Berapa harga seekor unta sekarang ini. Puluhan juta tentunya. JAdi, dengan begitu, seolah-olah kita telah menjadi “orang berduit” yang setiap hari Jum’at mengeluarkan uang puluhan juta untuk disedekahkan. Jika hal ini kita lakukan terus menerus selama setahun, maka sama saja kita telah bersedekah ratusan juta bahkan milyaran rupiah. Subhanallah! Betapa kayanya diri kita.

Namun, kita pun bisa menjadi kaya dalam artian yang biasa kita pahami, yakni memiliki banyak uang (kelapangan rizki). Caranya, kita melakukan ibadah di hari Jum’at (dan juga hari-hari lainnya) dengan sepenuh jiwa-raga. Hendaknya kita beribadah dengan hati dan jasad kita, khusyu’ dan merendahkan diri di hadapan Allah, menghadirkan (dalam hati) betapa besar keagungan Allah, benar-benar merasa bahwa kita sedang bermunajat kepada Allah Yang Maha Menguasai dan Maha Menentukan. Yakni beribadah sebagaimana yang disebutkan dalam hadits:

”Hendaknya engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Muslim)

Janganlah kita termasuk orang-orang yang (ketika beribadah) jasad mereka berada di masjid, sedang hati mereka berada di luar masjid.

Berikut ini dalil yang menunjukkan bahwa beribadah dengan sepenuhnya kepada Allah dapat melapangkan rezeki seseorang.

Nabi bersabda,”Sesungguhnya Allah berfirman,

ياَ ابْنَ اَدَمَ ! تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِيْ أَمْلَأُ صَدْرَكَ غِنًى وَ أَسُدُّ فَقْرَكَ

’Wahai anak Adam, beribadahlah sepenuhnya kepada-Ku, niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan aku penuhi kebutuhanmu..” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim)

Dalam hadits lain, Rasulullah bersabda:

”Tuhan kalian berkata,’Wahai anak Adam, beribadahlah kepada-Ku sepenuhnya, niscaya Aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan rizki..” (HR. Al-Hakim)

Dalam hadits di atas, Nabi mengabarkan tentang janji Allah berupa dua jenis ganjaran bagi orang-orang yang benar-benar beribadah kepada Allah sepenuhnya. Yaitu, Allah pasti memenuhi hatinya dengan kekayaan dan kedua tangannya dengan rizki. Dan, telah kita yakini bersama bahwa…

“…sesungguhnya janji Allah adalah benar..”(QS. Fathir [35]:5)

***

Panjang Umur Setelah Jum’atan

Selain menjadi kaya, dengan banyak melakukan amal ibadah di hari Jum’at, maka kita akan diberi umur panjang oleh Allah. Umur kita bahkan bisa mencapai ratusan tahun. Penasaran? Mari kita simak hadits Rasulullah berikut ini.

Dari Aus bin Aus radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa menggauli isterinya dan mandi pada hari Jum’at, bersegera (menuju masjid), ia mendekat dengan imam lalu diam, maka baginya pada setiap langkah yang ia langkahkan seperti pahala puasa dan shalat sunnah selama setahun, dan itu bagi Alloh sangatlah mudah.” (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah)

Berapa langkah yang kita butuhkan untuk sampai ke Masjid terdekat dari rumah kita? Anggap saja kita membutuhkan sekitar 500 langkah. Berarti, dengan melaksanakan adab-adab shalat Jum’at, insya Allah, kita akan mendapatkan pahala setarap dengan pahala puasa dan shalat sunnah selama 500 tahun!

Subhanallah!!! Allahu Akbar !!!

Siapa di antara kita yang sanggup untuk berpuasa dan shalat sunnah selama 500 tahun? Saya rasa tidak ada seorang pun yang sanggup melaksanakannya. Sebab, zaman sekarang, tidak ada orang yang bisa mencapai umur segitu.

Akan tetapi, dengan melaksanakan adab-adab shalat Jum’at, kita menjadi sanggup melaksanakan itu semua. Sehingga dengan begitu, seolah- olah kita telah hidup ratusan bahkan ribuan tahun lamanya. Maka, inilah pengertian ”panjang umur” yang saya maksudkan. Dan, sungguh ini merupakan karunia besar yang diberikan Allah kepada kita. Namun, siapakah orangnya yang mau untuk bergegas meraih keutamaan ini???

Tinggalkan Balasan