<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>CATATAN PENGAJIAN SEORANG PENUNTUT ILMU</title>
	<atom:link href="http://muhammadmujianto.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muhammadmujianto.wordpress.com</link>
	<description>Berilmu Sebelum Berkata dan Berbuat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Sep 2008 03:04:38 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='muhammadmujianto.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/e441905c08bbe330b7218bb224751699?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>CATATAN PENGAJIAN SEORANG PENUNTUT ILMU</title>
		<link>http://muhammadmujianto.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>SUPLEMEN II</title>
		<link>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/suplemen-ii/</link>
		<comments>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/suplemen-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 03:04:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muji2008</dc:creator>
				<category><![CDATA[e-BOOK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammadmujianto.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[ETIKA DI MASJID

 Ketika hendak ke masjid dan sedang berada di masjid, hendaknya setiap muslim memperhatikan etika sebagai berikut:
 
1. Berdoa di saat pergi ke masjid.
Berdasarkan hadits Ibnu Abbas radhiyallahu &#8216;anhu  beliau menyebutkan: Adalah Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam apabila keluar (rumah) pergi shalat (di masjid) berdoa:
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ فِيْ قَلْبِيْ نُوْرًا وَ فِيْ لِسَانِيْ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhammadmujianto.wordpress.com&blog=3619739&post=60&subd=muhammadmujianto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">ETIKA DI MASJID</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Ketika hendak ke masjid dan sedang berada di masjid, hendaknya setiap muslim memperhatikan etika sebagai berikut:<span id="more-60"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">1. Berdoa di saat pergi ke masjid.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Berdasarkan hadits Ibnu Abbas <em>radhiyallahu &#8216;anhu<span dir="rtl"> </span></em><span> </span>beliau menyebutkan: Adalah Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> apabila keluar (rumah) pergi shalat (di masjid) berdoa:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">اَللَّهُمَّ اجْعَلْ فِيْ قَلْبِيْ نُوْرًا وَ فِيْ لِسَانِيْ نُوْرًا، وَ اجْعَلْ فِيْ سَمْعِيْ نُوْرًا وَ فِيْ بَصَرِيْ نُوْرًا، وَ اجْعَلْ مِنْ خَلْفِيْ<span> </span>نُوْرًا وَ مِنْ أَمَامِيْ<span> </span>نُوْرًا، وَ اجْعَلْ مِنْ فَوْقِيْ<span> </span>نُوْرًا وَ مِنْ تَحْتِيْ نُوْرًا، اَللَّهُمَّ أَعْطِنِيْ نُوْرًا</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“YA Allah, jadikanlah cahaya di dalam hatiku, dan cahaya pada lisanku, dan jadikanlah cahaya pada pendengaranku, dan cahaya pada penglihatanku, dan jadikanlah cahaya dari belakangku, dan cahaya dari depanku, dan jadikanlah cahaya dari bawahku. Ya Allah, anugerahilah aku cahaya.” (Muttafaq ‘alaih)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">2. Berjalan menuju masjid dengan tenang<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> telah bersabda: Apabila shalat telah diiqamatkan, maka janganlah kamu datang menujunya dengan berlari. Tetapi datanglah kepadanya dengan berjalan dan memperhatikan ketenangan. Maka, bagian shalat yang kamu dapati, ikutilah; dan yang tertinggal, sempurnakanlah.” (Muttafaq ‘alaih)</p>
<p class="MsoFooter" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">3. Berdoa di saat masuk dan keluar masjid. Disunnahkan bagi orang yang masuk masjid mendahulukan kaki kanan, kemudian bershalawat kepada Nabi <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> lalu mengucapkan:</p>
<h4 style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA">اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ</span></h4>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Dan bila keluar mendahulukan kaki kiri, lalu bershalawat kepada Nabi <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> kemudian membaca doa:</p>
<h4 style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA">اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسِأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ</span></h4>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon bagian dari karunia-Mu.” (HR. muslim)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">4. Disunnahkan melakukan shalat sunnah tahiyyatul masjid bila telah masuk masjid. Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> bersabda:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Apabila seorang di antara kamu masuk masjid, hendaklah shalat dua rakaat sebelum duduk.” (Muttafaq ‘alaih)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">5. Dilarang berjual-beli dan mengumumkan barang hilang di dalam masjid. Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> bersabda: “Apabila kamu melihat orang yang menjual atau membeli sesuatu di dalam masjid, maka doakanlah:”Semoga Allah tidak memberi keuntungan bagimu”. Dan apabila kamu melihat orang<span> </span>yang mengumumkan barang hilang, maka doakanlah:”Semoga Allah tidak mengembalikan barangmu yang hilang.” </span>(HR. At-Tirmidzi; dishahihkan oleh Al-Albani)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">6. Dilarang masuk masjid bagi orang yang makan bawang putih, bawang merah atau orang yang badannya berbau tidak sedap. Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> bersabda:”Barangsiapa yang memakan bawang putih, bawang merah atau bawang daun, maka janganlah sekali-kali mendekat ke masjid kami ini, karena malaikat merasa terganggu dari apa yang dengannya manusia terganggu.” (HR. Muslim)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Dan termasuk juga rokok dan bau lain yang tidak sedap yang keluar dari badan atau pakaian.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">7. Tidak lewat di depan orang yang sedang shalat, dan disunnahkan bagi orang yang shalat untuk menaruh batas (<em>sutroh</em>) di depannya. Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> bersabda:”Kalau sekiranya orang yang lewat di depan orang yang sedang shalat itu mengetahui dosa perbuatannya, niscaya ia berdiri dari jarak empat puluh itu lebih baik baginya daripada lewat di depannya.” (Muttafaq ‘alaih)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">8. Tidak menyaringkan suara di dalam masjid dan tidak mengganggu orang-orang yang sedang shalat. Termasuk perbuatan mengganggu orang shalat adalah membiarkan HP anda dalam keadaan aktif di saat shalat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>9. Hendaknya memperbanyak ibadah ketika di dalam masjid, seperti shalat, dzikir, membaca al-Qur’an, mengkaji ilmu dll. Jauhilah perbuatan yang sia-sia (tidak bermanfaat) seperti ngerumpi, bercanda dsb. (Sumber: Etika Seorang Muslim [dengan diringkas dan sedikit penambahan])</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muhammadmujianto.wordpress.com/60/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muhammadmujianto.wordpress.com/60/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhammadmujianto.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhammadmujianto.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhammadmujianto.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhammadmujianto.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhammadmujianto.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhammadmujianto.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhammadmujianto.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhammadmujianto.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhammadmujianto.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhammadmujianto.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhammadmujianto.wordpress.com&blog=3619739&post=60&subd=muhammadmujianto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/suplemen-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71e1afe5166a51d4a786997487000f7e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">muji2008</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SUPLEMEN I</title>
		<link>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/suplemen-i/</link>
		<comments>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/suplemen-i/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 02:58:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muji2008</dc:creator>
				<category><![CDATA[e-BOOK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammadmujianto.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[TATA CARA MANDI JUNUB
SESUAI CONTOH RASULULLAH

 Berikut ini tata cara mandi junub (wajib) yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘’alaihi wa Sallam.

1. Berniat dalam hati
Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam bersabda:”Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya, dan seseorang akan dibalas sesuai dengan niatnya.” (HR. Bukhari Muslim)
Jadi, jika untuk shalat Jum’at, mandi yang dilaksanakan diniatkan untuk mandi Jum’at.
 
2. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhammadmujianto.wordpress.com&blog=3619739&post=58&subd=muhammadmujianto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">TATA CARA MANDI JUNUB</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">SESUAI CONTOH RASULULLAH</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Berikut ini tata cara mandi junub (wajib) yang dicontohkan oleh Rasulullah <em>Shallallahu ‘’alaihi wa Sallam</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoFooter" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IT">Berniat dalam hati</span><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV">Nabi <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> bersabda:”Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya, dan seseorang akan dibalas sesuai dengan niatnya.” (HR. Bukhari Muslim)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;"><span lang="SV">Jadi, jika untuk shalat Jum’at, mandi yang dilaksanakan diniatkan untuk mandi Jum’at.</span><span id="more-58"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Membaca <em>basmalah</em> (dalam hati) terlebih dahulu sebelum mandi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV">Nabi <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> bersabda: “Tidak sah shalat bagi seseorang yang tidak berwudhu dan tidak sempurna wudhu bagi seseorang yang tidak membaca basmalah.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Tirmidzi. Dihasankan oleh Al-Albani dalam <em>Irwa’ul Ghalil</em>, hadits no. 81) </span></p>
<p class="MsoFooter" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Mencuci      kedua telapak tangan tiga kali </span></li>
</ol>
<p class="MsoBodyTextIndent3"><span lang="SV">Hal ini berdasarkan hadits berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV">Dari Aisyah, istri Nabi <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em>, bahwa Nabi <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> apabila junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangan beliau kemudian berwudhu sebagaimana wudhu hendak mengerjakan shalat. Selanjutnya, beliau memasukkan jari-jari tangannya ke dalam air, lalu menyelai-nyelai pangkal rambut kepala. Setelah itu beliau menyiram kepalanya dengan air sepenuh kedua telapak tangan 3 kali, lalu meratakannya ke seluruh tubuh.” (HR. Al-Bukhari)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV">Dari Maimunah <em>radhiyallahu &#8216;anha</em>, ia berkata: Saya pernah menyiapkan air untuk mandi junub Rasulullah. Beliau kemudian mencuci<span> </span>kedua telapak tangannya 2 kali atau 3 kali, kemudian memasukkan tangan kanannya ke dalam wadah air (untuk menciduk air), lalu mencuci kemaluan beliau<span> </span>dengan tangan kiri. Setelah itu beliau meletakkan tangan kirinya di tanah, lalu menggosok-gosokkannya sampai benar-benar bersih. Selanjutnya beliau berwudhu sebagaimana wudhu hendak mengerjakan shalat, kemudian beliau menyiram kepalanya dengan air sepenuh kedua telapak tangan 3 kali, kemudian beliau meratakannya ke seluruh tubuh. Setelah itu beliau bergeser dari tempatnya semula, lalu membasuh kedua kakinya. Selanjutnya, saya memberikan handuk kepada beliau, namun beliau menolaknya.” </span>(HR. Muslim)</p>
<p class="MsoFooter" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Membersihkan kemaluan dengan tangan kiri.<a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"><!--[if !supportLists]--><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Membersihkan tangan kiri<a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3">Seseorang yang mandi wajib hendaklah membersihkan tangan kirinya (setelah digunakan untuk membersihkan kemaluannya) dengan salah satu cara berikut:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;">a). Membersihkannya dengan debu atau tanah yang suci</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;">b). Menggosokkannya ke dinding atau ke tembok</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span lang="ES">c). Membasuhnya dengan air dan sabun</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"><!--[if !supportLists]--><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Berwudhu secara sempurna<a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3">Seseorang yang mandi wajib hendaklah berwudhu secara sempurna terlebih dahulu sebagaimana wudhu untuk mengerjakan shalat atau boleh juga berwudhu dengan mengakhirkan membasuh kaki di akhir rangkaian mandi.</p>
<p class="MsoFooter" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Menyelai-nyelai rambut secara merata dan menyiram kepala 3 kali</p>
<p class="MsoBodyTextIndent3">Dalam menyiram kepala, hendaklah dimulai dari kepala bagian kanan, kemudian yang kiri, dan terakhir kepala bagian tengah. Hal ini berdasarkan hadits berikut:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">“Dari ‘Aisyah ia berkata: Adalah Nabi <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> apabila hendak mandi junub, beliau meminta diambilkan air dalam wadah yang besarnya kurang lebih sama dengan <em>hilab</em> ( wadah untuk menampung perahan susu unta). Beliau lalu menciduk air sepenuh kedua telapak tangan dan menyiram kepalanya mulai sebelah kanan, lalu sebelah kiri, dan terakhir sebelah tengah.” (HR. Bukhari)</p>
<p class="MsoBodyTextIndent3">Ketika mandi junub, bagi wanita dibolehkan untuk tidak melepas ikatan rambutnya. Hal ini berdasarkan hadits berikut:</p>
<p class="MsoBodyTextIndent3">Dari Ummu Salamah, ia<span> </span>berkata:”Aku pernah bertanya” Ya Rasulullah, sesungguhnya aku adalah seorang wanita<span> </span>yang suka menggelung/mengepang rambut. Haruskan aku melepasnya saat mandi junub?” Beliau menjawab:”Tidak! Cukup bagimu menyiram kepalamu 3 kali dan selanjutnya engkau ratakan air ke seluruh tubuh. Dengan demikian, engkau telah suci.” (HR. Muslim)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Adapun ketika mandi sehabis haidh lebih dianjurkan bagi wanita untuk melepas ikatan rambutnya. Hal ini berdasarkan hadits yang menjelaskan bahwa Nabi <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> pernah bersabda kepada Aisyah <em>radhiyallahu &#8216;anha</em>, ketika kedatangan haidh saat menunaikan ibadah haji:</p>
<p class="MsoBodyTextIndent3">“Tinggalkanlah (rangkaian tertentu ibadah) umrahmu, lepaskanlah ikatan rambutmu (saat mandi); dan sisirlah rambutmu.” (HR. Al-Bukhari)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="FI"><span>8.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="FI">Meratakan air ke seluruh tubuh</span><a name="_ftnref4" href="#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span lang="FI"></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3"><span lang="FI">Seseorang yang mandi wajib, diwajibkan meratakan air ke seluruh tubuh dan disunnahkan baginya memulai dari badan bagian kanan, baru kemudian bagian kiri. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="FI">Dari Aisyah <em>radhiyallahu &#8216;anha</em>, bahwa nabi suka mendahulukan yang kanan ketika memakai sendal, bersisir, bersuci, dan dalam semua urusan beliau.” (HR. Bukhari dan Muslim)</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3"><span lang="FI">Seseorang yang mandi wajib hendaknya juga memperhatikan ketiak dan semua lipatan tubuh serta selangkangannya agar dibersihkan dan menggosok bagian badan yang tidak mudah terjangkau air. Hal ini berdasarkan hadits berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="FI">Dari Aisyah <em>radhiyallahu &#8216;anha</em>, ia berkata:”Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> apabila mandi junub, beliau memulainya dengan membasuh kedua telapak tangan, lalu membersihkan semua lipatan tubuhnya (termasuk kemaluannya). Setelah (semua bersih dan) kedua tangannya telah dibersihkan, kedua<span> </span>tangannya beliau gosokkan ke dinding. Selanjutnya beliau berwudhu, lalu menyiram kepalanya (dan meratakan air ke seluruh tubuh)” (HR. Abu Dawud. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud [1/48])</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"><!--[if !supportLists]--><span>9.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Berpindah dari tempat semula, lalu membasuh kedua kaki<a name="_ftnref5" href="#_ftn5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3">Di akhir rangkaian mandi, sebelum membasuh kedua kaki, dianjurkan bagi seseorang yang mandi wajib untuk bergeser dari tempat semula. <span lang="SV">Utamanya, agar tidak mengeringkan badan dengan handuk atau lap yang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV">Syaikh bin Baz <em>rahimahullah</em> berkata: “Membasuh kedua kaki di akhir rangkaian mandi, membasuh saat melakukan rangkaian wudhu sebelum mandi, atau tidak membasuhnya adalah sama saja (boleh)”.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent3">Dianjurkan juga bagi seseorang yang mandi wajib agar tidak berlebihan atau boros dalam menggunakan air. (Diringkas dari buku Adab Buang Air dan Mandi karya Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qahthani)</p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:&quot;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-family:&quot;"> Dalilnya telah disebutkan pada point 3</span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:&quot;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-family:&quot;"> idem</span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:&quot;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-family:&quot;"> idem</span></p>
</div>
<div id="ftn4">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn4" href="#_ftnref4"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:&quot;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-family:&quot;"> idem</span></p>
</div>
<div id="ftn5">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn5" href="#_ftnref5"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:&quot;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-family:&quot;"> idem</span></p>
</div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muhammadmujianto.wordpress.com/58/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muhammadmujianto.wordpress.com/58/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhammadmujianto.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhammadmujianto.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhammadmujianto.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhammadmujianto.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhammadmujianto.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhammadmujianto.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhammadmujianto.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhammadmujianto.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhammadmujianto.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhammadmujianto.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhammadmujianto.wordpress.com&blog=3619739&post=58&subd=muhammadmujianto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/suplemen-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71e1afe5166a51d4a786997487000f7e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">muji2008</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENUTUP</title>
		<link>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/penutup/</link>
		<comments>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/penutup/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 02:57:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muji2008</dc:creator>
				<category><![CDATA[e-BOOK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammadmujianto.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Demikianlah uraian singkat tentang keistimewaan hari Jum’at dan amal ibadah yang disyari’at untuk dilakukan di hari Jum’at. Semoga dengan membaca penjelasan yang ada dalam buku ini membuat kita lebih termotivasi untuk bersegera melakukan berbagai amal ibadah di hari Jum’at. Dengan harapan, mudah-mudahan kita akan menjadi orang yang kaya dan panjang umur setelah Jum’atan. Amien.
“Ya Allah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhammadmujianto.wordpress.com&blog=3619739&post=56&subd=muhammadmujianto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">Demikianlah uraian singkat tentang keistimewaan hari Jum’at dan amal ibadah yang disyari’at untuk dilakukan di hari Jum’at. Semoga dengan membaca penjelasan yang ada dalam buku ini membuat kita lebih termotivasi untuk bersegera melakukan berbagai amal ibadah di hari Jum’at. Dengan harapan, mudah-mudahan kita akan menjadi orang yang kaya dan panjang umur setelah Jum’atan. </span><span lang="ES">Amien.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="ES">“Ya Allah, ampunilah dosa hamba, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="ES">dan dosa kedua orang tua hamba. Sayangilah mereka berdua </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="ES">sebagaimana mereka berdua telah menyayangi hamba </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="ES">di waktu kecil”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="ES">Semoga Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em>, keluarga dan para Sahabatnya secara keseluruhan, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat kelak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="ES">Dan, penutup do’a kami adalah:”<em>Alhamdulillahi Robbil ’aalamin</em> (Segala puji hanyalah milik Allah, Rabb semesta alam)”.</span><span style="font-size:10pt;" lang="ES"></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muhammadmujianto.wordpress.com/56/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muhammadmujianto.wordpress.com/56/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhammadmujianto.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhammadmujianto.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhammadmujianto.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhammadmujianto.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhammadmujianto.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhammadmujianto.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhammadmujianto.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhammadmujianto.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhammadmujianto.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhammadmujianto.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhammadmujianto.wordpress.com&blog=3619739&post=56&subd=muhammadmujianto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/penutup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71e1afe5166a51d4a786997487000f7e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">muji2008</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BAB 5. KAYA DAN PANJANG UMUR SETELAH JUM&#8217;ATAN</title>
		<link>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/bab-5-kaya-dan-panjang-umur-setelah-jumatan/</link>
		<comments>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/bab-5-kaya-dan-panjang-umur-setelah-jumatan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 02:55:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muji2008</dc:creator>
				<category><![CDATA[e-BOOK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammadmujianto.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[“Bukanlah kaya itu karena banyaknya harta, kata Rasulullah, akan tetapi kaya itu adalah kekayaan jiwa”
(HR. Bukhari dan Muslim)
ooo
 
Kaya Setelah Jum’atan
Setelah melakukan berbagai macam amal ibadah yang disunnahkan Rasulullah untuk dikerjakan di hari Jum’at serta amal ibadah lainnya (yang bersifat umum), maka insya Allah kita akan menjadi orang yang kaya raya. Tentunya ”kaya” yang dimaksud [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhammadmujianto.wordpress.com&blog=3619739&post=54&subd=muhammadmujianto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="FI">“Bukanlah kaya itu karena banyaknya harta, kata Rasulullah, akan tetapi kaya itu adalah kekayaan jiwa”</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span lang="FI">(HR. Bukhari dan Muslim)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:20pt;font-family:Wingdings;"><span></span></span><span style="font-size:20pt;" lang="FI">ooo</span><span style="font-size:20pt;font-family:Wingdings;"><span></span></span><span lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<h5><span lang="FI">Kaya Setelah Jum’atan</span></h5>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.7pt;text-align:justify;text-indent:35.3pt;"><span lang="FI">Setelah melakukan berbagai macam amal ibadah yang disunnahkan Rasulullah untuk dikerjakan di hari Jum’at serta amal ibadah lainnya (yang bersifat umum), maka <em>insya Allah</em> kita akan menjadi orang yang kaya raya. Tentunya ”kaya” yang dimaksud di sini adalah kaya dalam hal pahala. Namun, kita pun seolah-olah telah menjadi orang yang kaya harta oleh sebab amal ibadah yang telah kita lakukan di hari Jum’at.</span><span id="more-54"></span><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.7pt;text-align:justify;text-indent:35.3pt;"><span lang="FI">Sebagai bukti, mari kita simak baik-baik hadits berikut ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">“Jika hari Jum’at telah tiba, para Malaikat berdiri di depan pintu-pintu masjid. Mereka menulis orang yang datang di awal lalu setelahnya. Perumpamaan orang yang bersegera menghadiri shalat Jum’at seperti orang yang berkurban seekor unta, lalu yang setelahnya seperti orang yang berkurban seekor sapi, kemudian seperti orang yang berkurban seekor kambing, kemudian seperti orang yang berkurban seekor ayam, kemudian seperti orang yang berkurban sebutir telur. Jika imam telah keluar dan duduk di atas mimbar, maka para Malaikat pun menutup buku catatan tersebut dan duduk untuk mendengarkan khutbah.” </span><strong><span style="font-size:11pt;" lang="FI">(Muttafaq ‘Alaihi)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;" lang="FI"><span> </span></span></strong><span lang="FI">Dalam hadits ini dikatakan, jika kita bersegera mendatangi masjid untuk melaksanakan shalat Jum’at, maka kita seperti orang yang bersedekah seekor unta. </span><span lang="SV">Nah, sekarang, coba kita bayangkan. Berapa harga seekor unta sekarang ini. Puluhan juta tentunya. JAdi, dengan begitu, seolah-olah kita telah menjadi “orang berduit” yang setiap hari Jum’at mengeluarkan uang puluhan juta untuk disedekahkan. </span><span lang="FI">Jika hal ini kita lakukan terus menerus selama setahun, maka sama saja kita telah bersedekah ratusan juta bahkan milyaran rupiah. Subhanallah! Betapa kayanya diri kita. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.7pt;text-align:justify;text-indent:35.3pt;"><span lang="FI">Namun, kita pun bisa menjadi kaya dalam artian yang biasa kita pahami, yakni memiliki banyak uang (kelapangan rizki). Caranya, kita melakukan ibadah di hari Jum’at (dan juga hari-hari lainnya) dengan sepenuh jiwa-raga. Hendaknya kita beribadah dengan hati dan jasad kita, khusyu’ dan merendahkan diri di hadapan Allah, menghadirkan (dalam hati) betapa besar keagungan Allah, benar-benar merasa bahwa kita sedang bermunajat kepada Allah Yang Maha Menguasai dan Maha Menentukan. Yakni beribadah sebagaimana yang disebutkan dalam hadits:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">”Hendaknya engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Muslim)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span>Janganlah kita termasuk orang-orang yang (ketika beribadah) jasad mereka berada di masjid, sedang hati mereka berada di luar masjid.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span>Berikut ini dalil yang menunjukkan bahwa beribadah dengan sepenuhnya kepada Allah dapat melapangkan rezeki seseorang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span>Nabi bersabda,”Sesungguhnya Allah berfirman,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">ياَ ابْنَ اَدَمَ ! تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِيْ أَمْلَأُ صَدْرَكَ غِنًى وَ أَسُدُّ فَقْرَكَ</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">’Wahai anak Adam, beribadahlah sepenuhnya kepada-Ku, niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan aku penuhi kebutuhanmu..” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span>Dalam hadits lain, Rasulullah bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">”Tuhan kalian berkata,’Wahai anak Adam, beribadahlah kepada-Ku sepenuhnya, niscaya Aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan rizki..” (HR. Al-Hakim)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span>Dalam hadits<span> </span>di atas, Nabi mengabarkan tentang janji Allah berupa dua jenis ganjaran bagi orang-orang yang benar-benar beribadah kepada Allah sepenuhnya. Yaitu, Allah pasti memenuhi hatinya dengan kekayaan dan kedua tangannya dengan rizki. Dan, telah kita yakini bersama bahwa&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="position:relative;top:11pt;" dir="rtl" lang="AR-SA"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/RUFF.NET/LOCALS~1/Temp/msohtml1/07/clip_image002.jpg" alt="" width="15" height="38" /><!--[endif]--></span><span dir="rtl" lang="AR-SA"><span> </span><span style="position:relative;top:11pt;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/RUFF.NET/LOCALS~1/Temp/msohtml1/07/clip_image004.jpg" alt="" width="24" height="38" /><!--[endif]--></span><span> </span><span style="position:relative;top:11pt;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/RUFF.NET/LOCALS~1/Temp/msohtml1/07/clip_image006.jpg" alt="" width="19" height="38" /><!--[endif]--></span><span> </span><span style="position:relative;top:11pt;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/RUFF.NET/LOCALS~1/Temp/msohtml1/07/clip_image008.jpg" alt="" width="24" height="38" /><!--[endif]--></span></span><span style="position:relative;top:11pt;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI">“&#8230;sesungguhnya janji Allah adalah benar..”(QS. Fathir [35]:5)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="FI"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="FI">*** </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="FI"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="FI">Panjang Umur Setelah Jum’atan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span>Selain menjadi kaya, dengan banyak melakukan amal ibadah<span> </span>di hari Jum’at, maka kita akan diberi umur panjang oleh Allah. <span> </span>Umur kita bahkan bisa mencapai ratusan tahun. Penasaran? Mari kita simak hadits Rasulullah berikut ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.7pt;text-align:justify;text-indent:-0.7pt;"><span lang="FI"><span> </span>Dari Aus bin Aus <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">“Barangsiapa menggauli isterinya dan mandi pada hari Jum’at, bersegera (menuju masjid), ia mendekat dengan imam lalu diam, maka baginya pada setiap langkah yang ia langkahkan seperti pahala puasa dan shalat sunnah</span><em><span dir="rtl" lang="FI"> </span></em><span lang="FI"><span> </span>selama setahun, dan itu bagi Alloh sangatlah mudah.” (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span>Berapa langkah yang kita butuhkan untuk sampai ke Masjid terdekat dari rumah kita? Anggap saja kita membutuhkan sekitar 500 langkah. Berarti, dengan melaksanakan adab-adab shalat Jum’at, </span><em><span lang="FI">insya Allah, </span></em><span lang="FI">kita akan mendapatkan pahala setarap dengan pahala puasa dan shalat sunnah selama 500 tahun!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span></span><strong><span style="font-size:14pt;" lang="FI">Subhanallah!!! Allahu Akbar !!!</span></strong><strong><span lang="FI"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span>Siapa di antara kita yang sanggup untuk berpuasa dan shalat sunnah selama 500 tahun? Saya rasa tidak ada seorang pun yang sanggup melaksanakannya. Sebab, zaman sekarang, tidak ada orang yang bisa mencapai umur segitu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span>Akan tetapi, dengan melaksanakan adab-adab shalat Jum’at, kita menjadi sanggup melaksanakan itu semua. Sehingga dengan begitu, seolah- olah kita telah hidup ratusan bahkan ribuan tahun lamanya. Maka, inilah pengertian ”panjang umur” yang saya maksudkan. Dan, sungguh ini merupakan karunia besar yang diberikan Allah kepada kita. Namun, </span><strong><span style="font-size:16pt;" lang="FI">siapakah orangnya yang mau untuk bergegas meraih keutamaan ini???</span></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muhammadmujianto.wordpress.com/54/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muhammadmujianto.wordpress.com/54/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhammadmujianto.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhammadmujianto.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhammadmujianto.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhammadmujianto.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhammadmujianto.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhammadmujianto.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhammadmujianto.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhammadmujianto.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhammadmujianto.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhammadmujianto.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhammadmujianto.wordpress.com&blog=3619739&post=54&subd=muhammadmujianto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/bab-5-kaya-dan-panjang-umur-setelah-jumatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71e1afe5166a51d4a786997487000f7e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">muji2008</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/RUFF.NET/LOCALS~1/Temp/msohtml1/07/clip_image002.jpg" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/RUFF.NET/LOCALS~1/Temp/msohtml1/07/clip_image004.jpg" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/RUFF.NET/LOCALS~1/Temp/msohtml1/07/clip_image006.jpg" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/RUFF.NET/LOCALS~1/Temp/msohtml1/07/clip_image008.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>BAB 4. SHALAT JUM’AT</title>
		<link>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/bab-4-shalat-jum%e2%80%99at/</link>
		<comments>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/bab-4-shalat-jum%e2%80%99at/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 02:49:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muji2008</dc:creator>
				<category><![CDATA[e-BOOK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammadmujianto.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[“Hai orang – orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” 
(QS. al-Jumu’ah: 9)
ooo

Hukum Shalat Jum’at
Shalat Jum’at merupakan perkara yang wajib bagi setiap laki-laki, mukallaf, muslim dan menetap pada suatu daerah.
Shalat Jum’at tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhammadmujianto.wordpress.com&blog=3619739&post=51&subd=muhammadmujianto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoPlainText" style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="center"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">“Hai orang – orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”</span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="center"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">(QS. al-Jumu’ah: 9)</span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:20pt;font-family:Wingdings;"><span></span></span><span style="font-size:20pt;">ooo</span><span style="font-size:20pt;font-family:Wingdings;"><span></span></span></p>
<p class="MsoNormal">
<h5 style="text-align:left;"><span style="font-size:12pt;">Hukum Shalat Jum’at</span></h5>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.7pt;text-align:justify;text-indent:35.3pt;">Shalat Jum’at merupakan perkara yang wajib bagi setiap laki-laki, mukallaf, muslim dan menetap pada suatu daerah.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.7pt;text-align:justify;text-indent:35.3pt;">Shalat Jum’at tidak wajib bagi musafir yang melakukan perjalanan sejauh jarak yang membuatnya boleh meng-<em>qoshor</em> sholat. Juga tidak wajib bagi budak dan wanita. Jika seorang budak atau wanita menghadirinya maka itu mencukupi mereka (hukumnya sah dan mereka tidak perlu lagi melakukan shalat zhuhur).Kewajiban shalat jum’at juga gugur bagi mereka yang memiliki udzur seperti sakit dan ketakutan. <strong></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Wanita dan Shalat Jum’at</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span> </span></strong>Sebagaimana telah disinggung di atas, bahwa wanita tidak wajib shalat Jum’at. Walaupun diperbolehkan, namun shalat di rumah lebih baik dan lebih banyak pahalanya bagi mereka.<span> </span>Sebagaimana terdapat dalam hadits shahih dari Ibnu Umar <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em>. Ia berkata, bahwa Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> bersabda:</p>
<p class="MsoFooter"><span> </span></p>
<p class="MsoFooter" style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">لاَ تَمْنَعُوْا نِسَاءَكُمُ الْمَسْجِدَ وَ بُيُوْتُهُنَّ خَيْرٌ لَهُنَّ</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Janganlah kalian melarang wanita-wanita kalian shalat di masjid. Sedangkan shalat mereka di dalam rumah adalah lebih baik.” (HR. Abu Dawud)<span dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span dir="rtl" lang="AR-SA"><span> </span></span>Besarnya pahala shalat di rumah merupakan rahmat Allah <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> bagi kaum wanita sekaligus bagi masyarakat. Tujuannya tentu saja ialah untuk menghindari fitnah (kerusakan), lebih menjaga wanita, dan lebih melindunginya. Selain itu, juga untuk menjaga anak-anak di rumah, para lanjut usia, serta manfaat lainnya. Maha Suci Allah yang telah menurunkan syari’at yang penuh hikmah ini!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Untuk hal ini, cukuplah bagi para wanita untuk mencontoh para wanita shalihah di zaman Rasulullah dahulu.<span id="more-51"></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>Dasar Kewajiban Shalat Jum’at</strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span> </span></strong>Kewajiban shalat Jum’at ditetapkan bedasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan Ijma’.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span> </span></strong>Dasar dari Al-Qur’an adalah firman Allah:</p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">“Hai orang – orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”</span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> <strong>(QS. al-Jumu’ah: 9)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Dasar dari As-Sunnah adalah hadits Ibnu Umar dan Abu Hurairah <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em>, bahwa keduanya mendengar Rasululah <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> bersabda:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<h2 style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمْ اَلْجُمُعَاتِ أَوْلَيَخْتَمِنَّ اللهُ عَلَى قُلُوْبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُوْنَنَّ مِنَ الْغَافِلِيْنَ {وراه مسلم}</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>“Hendaklah suatu kaum benar-benar menghentikan perbuatan mereka meninggalkan shalat Jum’at atau Alloh benar-benar akan mengunci mati hati mereka, sehingga mereka termasuk orang-orang yang lalai.” <strong>(HR. Muslim)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Dalam sabdanya yang lain:</p>
<p class="MsoNormal">
<h4><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA">رَوَاحُ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ</span></h4>
<p class="MsoNormal">“Pergi untuk shalat Jum’at adalah wajib atas setiap lelaki yang sudah baligh.”(HR. An-Nasa’I [1370])</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span><span> </span>Sedangkan menurut ijma’, maka ummat Islam telah sepakat atas kewajiban shalat Jum’at (<em>Al-Mughni</em>, Ibnu Qudamah [3/159]). Ibnul Mundzir <em>rahimahullah</em> berkata,”Ummat Islam telah bersepakat bahwa shalat Jum’at itu wajib atas orang-orang yang merdeka, baligh, lagi tinggal menetap yang tidak ada udzur bagi mereka.” (<em>Al-Ijma’</em>, Ibnul Mundzir [hal 44])</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<h5 style="text-align:left;"><span style="font-size:12pt;">Keistimewaan Shalat Jum’at </span></h5>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Shalat Jum’at memiliki banyak sekali keistimewaan, diantaranya:</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Bersegera menuju shalat Jum’at merupakan sedekah dan kurban yang terbesar, berdasarkan hadits Abu Hurairah <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em>, bahwa Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> bersabda:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">إِذَا كَانَ</span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" dir="ltr" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">يَوْمُ الْجُمُعَةِ</span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" dir="ltr" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span> </span>وَقَفَتِ </span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" dir="ltr" lang="AR-SA"><span> </span></span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">الْمَلاَئِكَةُ عَلَى</span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" dir="ltr" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">أَبْوَابِ الْمَسْجِدِ،</span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" dir="ltr" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">فَيَكْتُبُوْنَ الأَوَّلَ فَااْلأَوَّلَ، فَمَثَلُ الْمُهَجِّرِ إِلَى الْجُمُعَةِ كَمَثَلِ الَّذِي يُهْدِي بَدَنَةً،ثُمَّ كَالَّذِي يُهْدِي بَقَرَةً،</span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" dir="ltr" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">ثُمَّ كَالَّذِي يُهْدِي</span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" dir="ltr" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">كَبْشًا،</span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" dir="ltr" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">ثُمَّ كَالَّذِي يُهْدِي دَجَاجَةً، ثُمَّ كَالَّذِي يُهْدِي بَيْضَةً، فَإِذَا خَرَجَ اْلإِمَامُ وَقَعَدَ عَلَى الْمِنْبَرِ، طَوَوْا صُحُفَهُمْ وَجَلَسُوْا يَسْمَعُوْنَ الذِّكْرَ {متفق عليه}</span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:6pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>“Jika hari Jum’at telah tiba, para Malaikat berdiri di depan pintu-pintu masjid. Mereka menulis orang yang datang di awal lalu setelahnya. Perumpamaan orang yang bersegera menghadiri shalat Jum’at seperti orang yang berkurban seekor unta, lalu yang setelahnya seperti orang yang berkurban seekor sapi, kemudian seperti orang yang berkurban seekor kambing, kemudian seperti orang yang berkurban seekor ayam, kemudian seperti orang yang berkurban sebutir telur. Jika imam telah keluar dan duduk di atas mimbar, maka para Malaikat pun menutup buku catatan tersebut dan duduk untuk mendengarkan khutbah.” <strong>(Muttafaq ‘Alaihi)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:6pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Orang yang melaksanakan adab-adab shalat Jum’at akan diampuni dosanya<span dir="rtl"> </span>selama 10 hari, berdasarkan hadits Abu Hurairah <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em>, dari Nabi <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em>, beliau bersabda:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوْءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَاسْتَمَعَ وَ أَنْصَتَ، غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَ بَيْنَ الْجُمُعَةَ وَ زِيَادَةُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ، وَ مَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Barangsiapa yang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian dia mendatangi shalat Jum’at, lalu mendengarkan dan diam, maka diampuni dosa-dosanya yang terdapat di antara Jum’at itu, ditambah tiga hari. Dan barangsiapa yang menyentuh (memainkan) kerikil, maka ia telah menyia-nyiakan (shalat Jum’atnya).” (HR. Muslim)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Dari Salman al-Farisi <em>radhiyallahu ‘anhu,</em> Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">لاَ يَغْتَسِلُ رَجُلٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، وَيَتَطَهَّرُ مَا اسْتَطَاعَ مِنْ طُهْرٍ، وَيَدَّهِنُ مِنْ دُهْنِهِ، أَوْ يَمَسُّ مِنْ طِيْبِ بَيْتِهِ، ثُمَّ يَخْرُجُ فَلاَ يُفَرِّقُ بَيْنَ اثْنَيْنِ، ثمُ َّيُصَلِّيْ مَاكُتِبَ لَهُ، ثُمَّ يُنْصِتُ إِذَا تَكَلَّمَ اْلإِمَامُ إِلاَّ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ اْلأُخْرَى {رواه البخاري}</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Tidaklah seseorang mandi pada hari Jum’at, bersuci semampunya, serta memakai wangi-wangian, atau menggunakan sebagian dari minyak wangi keluarganya, kemudian ia keluar (menuju masjid) dan tidak memisahkan antara dua orang, lantas menunaikan shalat sesuai yang ditetapkan untuknya, lalu diam ketika imam sedang ber-khutbah melainkan akan diampuni dosanya di antara jum’at tersebut dan jum’at lainnya.”<strong> (HR. Bukhari)</strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Jum’at ke Jum’at<span> </span>adalah penghapus terhadap dosa-dosa yang terdapat di antara keduanya, berdasarkan hadits Abu Hurairah bahwa Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> bersabda:</p>
<p class="MsoBodyText3" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA">الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَ الْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ، وَ رَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ اِِذَا اجْتُمِبَتِ الْكَبَائِرُ</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Shalat lima waktu, Jum’at ke Jum’at, dan Ramadhan ke Ramadhan akan menghapuskan dosa-dosa<span> </span>yang terdapat di antara keduanya, selama ia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoFooter" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Orang yang melaksanakan adab-adab shalat Jum’at<span> </span>akan dicatat baginya, pada tiap-tiap langkahnya mendapat amalan setahun.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.7pt;text-align:justify;text-indent:35.3pt;">Dari Aus bin Aus <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText3" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA">مَنْ غَسَّلَ وَاغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ، وَدَنَا مِنَ اْلإِمَامِ فَأَنْصَتَ، كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ يَخُطُّوْهَا صِيَامُ سَنَةٍ، وَقِيَامُهَا، وَذَلِكَ عَلَى اللهِ يَسِيْرٌ {رواه أحمد وأصحاب السنن وصححه ابن خزيمة}</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>“Barangsiapa mengumpuli isterinya dan mandi pada hari Jum’at, bersegera (menuju masjid), ia mendekat dengan imam lalu diam, maka baginya pada setiap langkah yang ia langkahkan seperti pahala puasa dan shalat sunnah<em><span dir="rtl"> </span></em><span> </span>selama setahun, dan itu bagi Alloh sangatlah mudah.” <strong>(HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<h5 style="text-align:left;"><span style="font-size:12pt;">Agar Jum’atan Tak Sia-Sia</span></h5>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Untuk meraih keistimewaan shalat Jum’at serta agar Jum’at yang kita lakukan tak sia-sia, ada beberapa adab yang harus dilaksanakan oleh orang yang hendak shalat Jum’at. Antara lain:</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoFooter" style="margin-left:0;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Mandi (seperti halnya mandi janabah)<a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> pada hari Jum’at, sebelum berangkat ke Mesjid untuk shalat jum’at. Rasulullah bersabda:</p>
<p class="MsoNormal">
<h2 style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ {متفق عليه}</span><span dir="ltr"></span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal"><span>“Jika salah seorang di antara kalian akan menghadiri shalat Jum’at, maka hendaklah ia mandi.” <strong>(Muttafaq ‘Alaihi)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span><span> </span></span></strong><span>Abu </span><em>Hurairah radhiyallahu &#8216;anhu</em><span> menuturkan bahwa sesungguhnya Nabi </span><em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em><span> bersabda,”Barangsiapa mandi pada hari Jum’at seperti halnya mandi janabah dan pergi (ke masjid) di awal waktu, maka seolah-olah dia telah bersedekah seekor unta yang gemuk. Siapa saja yang pergi pada saat yang kedua, maka seolah-olah dia telah bersedekah seekor sapi. Siapa pun yang pergi pada saat yang ketiga, maka seolah-olah dia telah bersedekah seekor domba jantan yang bertanduk. Barangsiapa yang pergi pada saat yang keempat, maka dia seolah-olah bersedekah dengan ayam. Siapa saja yang pergi pada saat kelima, maka seolah-olah dia bersedekah dengan telur. Jika imam telah keluar (untuk berkhutbah), maka malaikat pun hadir untuk mendengar khutbah.” (HR. Bukhari [881])</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span> </span><span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">2. Memakai wewangian, bersiwak dan memakai baju yang paling bagus.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.7pt;text-align:justify;text-indent:35.3pt;">Dari Abu Ayyub <em>radhiyallahu ‘anhu</em>: Aku mendengar Rasul <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.7pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، وَمَسَّ مِنْ طِيْبٍ إِنْ كَانَ لَهُ، وَلَبِسَ مِنْ أَحْسَنِ ثِيَابِهِ، ثُمَّ خَرَجَ وَعَلَيْهِ السَّكِيْنَةُ حَتَّى يَأْتِيَ الْمَسْجِدَ، ثُمَّ يَرْكَعُ إِنْ بَدَا لَهُ، وَلَمْ يُؤْذِ أَحَدًا، ثُمَّ أَنْصَتَ إِذَا خَرَجَ إِمَامُهُ حَتَّى يُصَلِّيَ، كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا بَيْنَهُمَا {رواه أحمد وصححه ابن خزيمة}</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>“Barangsiapa mandi pada hari Jum’at, memakai wewangian jika ia memilikinya, memakai bajunya yang paling bagus, kemudian ia keluar, dan hendaknya ia tenang hingga tiba di masjid, lalu ia shalat sebanyak yang ia kehendaki, tidak mengganggu seorang pun, lalu ia diam tatkala keluarnya imam sampai selesai shalat,</span><em> </em><span>maka hal itu menjadi penghapus bagi dosanya di antara kedua jum’at tersebut.” <strong>(HR. Ahmad, dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:-18pt;text-align:justify;text-indent:18pt;"><span> </span>Dari Ibnu ‘Abbas <em>radhiyallahu ‘anhu,</em> Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText3" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA">إِنَّ هَذَا يَوْمُ عِيْدٍ جَعَلَهُ الله ُلِلْمُسْلِمِيْنَ فَمَنْ جَاءَ الْجُمُعَةَ فَلْيَغْتَسِلْ</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>“Sesungguhnya hari ini (hari Jum’at) adalah hari raya yang telah Alloh tetapkan untuk kaum muslimin, maka barangsiapa yang akan menghadiri shalat Jum’at hendaklah ia mandi terlebih dahulu. Dan jika ia memiliki parfum, maka hendaklah ia memakainya dan hendaklah kalian bersiwak” <strong>(HR. Ibnu Majah, sebagaimana tertera dalam Shahih at- Targhib)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-36pt;"><!--[if !supportLists]--><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><strong>Bersegera </strong>menuju shalat Jum’at</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.7pt;text-align:justify;text-indent:35.3pt;">Dari Aus bin Aus <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText3" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA">مَنْ غَسَّلَ وَاغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ، وَدَنَا مِنَ اْلإِمَامِ فَأَنْصَتَ، كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ يَخُطُّوْهَا صِيَامُ سَنَةٍ، وَقِيَامُهَا، وَذَلِكَ عَلَى اللهِ يَسِيْرٌ {رواه أحمد وأصحاب السنن وصححه ابن خزيمة}</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>“Barangsiapa mengumpuli isterinya dan mandi pada hari Jum’at, bersegera (menuju masjid), ia mendekat dengan imam lalu diam, maka baginya pada setiap langkah yang ia langkahkan seperti pahala puasa dan shalat sunnah<em><span dir="rtl"> </span></em><span> </span>selama setahun, dan itu bagi Alloh sangatlah mudah.” <strong>(HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:8pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">إِذَا كَانَ</span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" dir="ltr" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">يَوْمُ الْجُمُعَةِ</span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" dir="ltr" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span> </span>وَقَفَتِ </span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" dir="ltr" lang="AR-SA"><span> </span></span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">الْمَلاَئِكَةُ عَلَى</span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" dir="ltr" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">أَبْوَابِ الْمَسْجِدِ،</span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" dir="ltr" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">فَيَكْتُبُوْنَ الأَوَّلَ فَااْلأَوَّلَ، فَمَثَلُ الْمُهَجِّرِ إِلَى الْجُمُعَةِ كَمَثَلِ الَّذِي يُهْدِي بَدَنَةً،ثُمَّ كَالَّذِي يُهْدِي بَقَرَةً،</span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" dir="ltr" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">ثُمَّ كَالَّذِي يُهْدِي</span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" dir="ltr" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">كَبْشًا،</span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" dir="ltr" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">ثُمَّ كَالَّذِي يُهْدِي دَجَاجَةً، ثُمَّ كَالَّذِي يُهْدِي بَيْضَةً، فَإِذَا خَرَجَ اْلإِمَامُ وَقَعَدَ عَلَى الْمِنْبَرِ، طَوَوْا صُحُفَهُمْ وَجَلَسُوْا يَسْمَعُوْنَ الذِّكْرَ {متفق عليه}</span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:6pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>“Jika hari Jum’at telah tiba, para Malaikat berdiri di depan pintu-pintu masjid. Mereka menulis orang yang datang di awal lalu setelahnya. Perumpamaan orang yang bersegera menghadiri shalat Jum’at seperti orang yang berkurban seekor unta, lalu yang setelahnya seperti orang yang berkurban seekor sapi, kemudian seperti orang yang berkurban seekor kambing, kemudian seperti orang yang berkurban seekor ayam, kemudian seperti orang yang berkurban sebutir telur. Jika imam telah keluar dan duduk di atas mimbar, maka para Malaikat pun menutup buku catatan tersebut dan duduk untuk mendengarkan khutbah.” </span><strong><span style="font-size:11pt;">(Muttafaq ‘Alaihi)</span></strong><span style="font-size:11pt;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:6pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Berjalan kaki</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Berdasarkan hadits Aus bin Aus <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em>, ia menuturkan: Aku mendengar Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> bersabda,</p>
<p class="MsoBodyText2">“Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at, kemudian pergi bersegera, berjalan dan tidak berkendaraan, dekat dengan imam dan menyimak serta tidak berkata yang sia-sia, maka ia mendapatkan pada tiap-tiap langkah pahala amalan puasa dan shalat sunnah selama setahun.” (HR. Abu dawud [345], At-Tirmidzi [496], Ibnu Majah [1087], dan An-Nasa’I [1380])</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Tidak memisahkan di antara dua orang, melangkahi pundak para jama’ah<span> </span>saat memasuki masjid, dan tidak mengganggu dan meresahkan jama’ah yang sedang duduk.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Dari Salman al-Farisi <em>radhiyallahu ‘anhu,</em> Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">لاَ يَغْتَسِلُ رَجُلٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، وَيَتَطَهَّرُ مَا اسْتَطَاعَ مِنْ طُهْرٍ، وَيَدَّهِنُ مِنْ دُهْنِهِ، أَوْ يَمَسُّ مِنْ طِيْبِ بَيْتِهِ، ثُمَّ يَخْرُجُ فَلاَ يُفَرِّقُ بَيْنَ اثْنَيْنِ، ثمُ َّيُصَلِّيْ مَاكُتِبَ لَهُ، ثُمَّ يُنْصِتُ إِذَا تَكَلَّمَ اْلإِمَامُ إِلاَّ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ اْلأُخْرَى {رواه البخاري}</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Tidaklah seseorang mandi pada hari Jum’at, bersuci semampunya, serta memakai wangi-wangian, atau menggunakan sebagian dari minyak wangi keluarganya, kemudian ia keluar (menuju masjid) dan tidak memisahkan antara dua orang, lantas menunaikan shalat sesuai yang ditetapkan untuknya, lalu diam ketika imam sedang berkhutbah melainkan akan diampuni dosanya di antara jum’at tersebut dan jum’at lainnya.”<strong> (HR. Bukhari)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda kepada seseorang yang melangkahi pundak para jama’ah di hari jum’at sementara beliau sedang dalam keadaan berkhutbah:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<h2 style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">اِجْلِسْ فَقَدْ آذَيْتَ </span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">“</span><em><span lang="SV">Duduklah, karena engkau telah mengganggu</span></em><span lang="SV">.” </span><strong><span lang="SV">(Shahih at-Targhib wa at-Tarhib dan Shahih Ibnu Majah)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Shalat dua rakaat saat memasuki masjid, baik Imam sedang khutbah maupun belum.<span> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2"><span lang="SV"><span> </span>Jabir <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em>, berkata: Seorang laki-laki masuk (masjid) pada saat Nabi <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> berkhutbah kepada manusia pada hari Jum’at, maka beliau bertanya: Apakah kamu sudah shalat, wahai Fulan?” Ia menjawab,”Belum.” Beliau bersabda,”Berdirilah, lalu shalatlah!”</span></p>
<p class="MsoBodyText2"><span lang="SV"><span> </span>Dalam riwayat Al-Bukhari:”Shalatlah dua rekaat.”</span></p>
<p class="MsoBodyText2"><span lang="SV"><span> </span></span>Dalam redaksi Al-Bukhari juga:</p>
<h2 style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ وَ اْلإِمَامُ يَخْطُبُ أَوْ قَدْ خَرَجَ فَلْيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Apabila salah seorang kalian datang saat imam berkhutbah atau telah keluar, maka shalatlah dua rakaat.” (HR. Al-Bukhari)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Memanfaatkan waktu sebelum Imam naik mimbar, dengan memperbanyak shalat, dzikir, atau membaca Al-Qur’an.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> bersabda: <span>“Barangsiapa mandi pada hari Jum’at, memakai wewangian jika ia memilikinya, memakai bajunya yang paling bagus, kemudian ia keluar, dan hendaknya ia (berjalan) tenang sampai ia tiba di masjid, lalu ia shalat<a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> sebanyak yang ia kehendaki, tidak mengganggu seorang pun, lalu ia diam tatkala keluarnya imam sampai selesai shalat, maka hal itu menjadi penghapus bagi dosanya di antara kedua jum’at tersebut.” <strong>(HR. Ahmad, dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span>8.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Wajib diam untuk menyimak khutbah dan memperhatikan apa yang disampaikan khatib.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.7pt;text-align:justify;text-indent:35.3pt;">Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu,</em> Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<h2 style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ: أَنْصِتْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاْلإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ {متفق عليه}</span></h2>
<p class="MsoHeading9"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>“Jika kamu berkata kepada teman-mu pada hari Jum’at: &#8220;Diamlah!&#8221; sementara imam sedang khutbah, maka engkau telah mengucapkan perkataan yang batil dan sia-sia.” <strong>(Muttafaq ‘Alaihi)</strong> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Imam Ahmad menambahkan dalam riwayatnya:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<h2 style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وَمَنْ لَغَا فَلَيْسَ لَهُ فِيْ جُمُعَتِهِ تِلْكَ شَيْءٌ </span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span dir="rtl" lang="AR-SA"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText">“Dan barang siapa yang berucap perkataan yang batil dan sia-sia, maka dia tidak mendapatkan apa-apa dari Jum’atnya.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span>9.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Dekat dengan imam saat memberi nasihat dan berkhutbah, berdasarkan hadits Samurah bin Jundab bahwa Nabi <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> bersabda:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText3" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA">اُحْضُرُوْا الذِّكْرَ وَ ادْنُوْا مِنَ اْلإِمَامِ فَإِنَّ الرَّجُلَ لاَ يَزَالُ يَتَبَاعَدُ حَتَّى يُوَخَّرَ فِي الْجَنَّةِ وَ إِنْ دَخَلَهَا</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Hadirilah dzikir (khutbah) dan dekatlah dengan imam, sebab orang senantiasa<span> </span>berjauhan sehingga ia diakhirkan masuk surga, meskipun ia memasukinya.” (HR. Abu Dawud [1108])</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span>10.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Berpindah dari tempat duduknya ke tempat lainnya, apabila mengantuk. Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> bersabda:</p>
<h2 style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">إِذَا نَعَسَ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَلْيَتَحَوَّلْ مِنْ مَجْلِسِهِ</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Apabila salah seorang dari kalian mengantuk pada hari Jum’at, maka berpindahlah dari tempat duduknya.” (HR. At-Tirmidzi [526])</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span>11.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Tidak memeluk lutut pada saat imam sedang berkhutbah, berdasarkan hadits Mu’adz bin Anas <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em>,</p>
<h2 style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ نَهَى عَنِ الْحِبْوَةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَ اْلإِمَامُ يَخْطُبُ</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Rasulullah melarang duduk sambil memeluk lutut pada hari Jum’at pada saat imam berkhutbah.” (HR. Abu Dawud [1110] dan At-Tirmidzi [514])</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoFooter" style="margin-left:0;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span>12.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span lang="FI">Mengerjakan shalat sunnah usai shalat Jum’at sebanyak empat rakaat (dikerjakan 2-2). </span>Sebagaimana sabda Rasulullah:</p>
<p class="MsoNormal">
<h4><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA">إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمُ الْجُمُعَةَ فَلْيُصَلِّ بَعْدَهَا أَرْبَعًا</span></h4>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">“Jika salah seorang dari kalian telah melakukan shalat Jum’at, maka shalatlah empat rakaat sesudahnya.” (HR. Muslim [881])</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"><span> </span>Atau boleh juga dua rakaat, berdasarkan hadits Ibnu Umar <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em>, bahwa ia mengingat dari Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> tentang sunnah-sunnah rawatib, yang di dalamnya disebutkan:</span></p>
<h4><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA">وَ رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْجُمْعَةِ فِيْ بَيْتِهِ</span></h4>
<p class="MsoNormal">“…dan dua rakaat sesudah Jum’at di rumahnya.” <span lang="IT">(HR. Al-Bukhari: 182)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span lang="IT"> </span></p>
<h5><span lang="IT">Tata Cara Shalat Jum’at</span></h5>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IT">Shalat Jum’at dikerjakan dua rakaat secara berjama’ah di Masjid. Pelaksanaannya adalah setelah khutbah. Jika imam telah selesai berkhutbah, maka ia turun dan muadzin bersegera iqamat, kemudian imam memerintahkan untuk meluruskan shaf, lalu shalat dua rekaat dengan mengeraskan bacaan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IT">Dianjurkan pada rakaat pertama membaca surat <em>al-jumu’ah</em> dan pada rakaat kedua membaca surat <em>al-munafiqun</em>, atau pada rakaat pertama membaca surat <em>al-a’la</em> dan pada rakaat kedua membaca surat <em>al-ghasiyah</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="IT">Barangsiapa yang mendapatkan bersama imam satu rakaat darinya, maka ia menambah satu rakaat lagi dan telah mendapatkan shalat Jum’at. Barangsiapa yang mendapatkan bersama imam kurang dari satu rakaat, maka ia ikut bersama imam dengan niat shalat Zuhur dan menyempurnakannya sebagai shalat Zuhur (empat rakaat).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">Rasulullah bersabda:</p>
<p class="MsoNormal">
<h4><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA">مَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الصَّلاَةِ فَقَدْ أَدْرَكَ الصَّلاَةَ</span></h4>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">“Barangsiapa mendapatkan satu rakaat<a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> shalat, maka ia mendapatkan shalat itu.”(Muttafaq ‘alaih)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span>Imam Ibnu Qudamah <em>rahimahullah</em> berkata: Adapun orang yang mendapatkan kurang dari satu rakaat, maka ia tidak mendapatkan shalat Jum’at dan harus mengerjakan shalat Zuhur empat rakaat.” (Al-Mughni: 3/184)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"><span> </span><em>Wallahu a’lam bishshawab</em>.</span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:&quot;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-family:&quot;"> Tentang tata cara mandi janabah bisa dilihat pada bagian suplemen</span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-size:10pt;"> Shalat yang dimaksud adalah shalat sunnah mutlak, yaitu shalat sunnah dua rakaat terus menerus hingga imam naik ke atas mimbar.</span></p>
<p class="MsoFootnoteText">
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"> Satu rakat diperoleh dengan mendapatkan rukuk bersama imam, sebelum (imam) bangun dari rukuknya. </span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
</div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muhammadmujianto.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muhammadmujianto.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhammadmujianto.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhammadmujianto.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhammadmujianto.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhammadmujianto.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhammadmujianto.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhammadmujianto.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhammadmujianto.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhammadmujianto.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhammadmujianto.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhammadmujianto.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhammadmujianto.wordpress.com&blog=3619739&post=51&subd=muhammadmujianto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/bab-4-shalat-jum%e2%80%99at/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71e1afe5166a51d4a786997487000f7e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">muji2008</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BAB 3. MERAIH PAHALA BERLIMPAH</title>
		<link>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/bab-3-meraih-pahala-berlimpah/</link>
		<comments>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/bab-3-meraih-pahala-berlimpah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 02:47:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muji2008</dc:creator>
				<category><![CDATA[e-BOOK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammadmujianto.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Di antara petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah mengagungkan, mengistimewakan, serta memuliakan hari Jum’at dibanding hari lainnya dengan berbagai macam ibadah.
(Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zaadul Ma’ad [I / 385])
ooo

Agar kita dapat memperoleh pahala berlimpah pada hari Jum’at, hendaknya kita melakukan berbagai macam ibadah di hari itu. Berikut ini ibadah-ibadah yang dianjurkan dan dicontohkan oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhammadmujianto.wordpress.com&blog=3619739&post=49&subd=muhammadmujianto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Di antara petunjuk Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> adalah mengagungkan, mengistimewakan, serta memuliakan hari Jum’at dibanding hari lainnya<span> </span>dengan berbagai macam ibadah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong>(</strong>Ibnul Qayyim <em>rahimahullah</em> dalam <strong><em>Zaadul Ma’ad</em> [I / 385])</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:20pt;font-family:Wingdings;"><span></span></span><span style="font-size:20pt;">ooo</span><span style="font-size:20pt;font-family:Wingdings;"><span></span></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;">Agar kita dapat memperoleh pahala berlimpah pada hari Jum’at, hendaknya kita melakukan berbagai macam ibadah di hari itu. Berikut ini ibadah-ibadah yang dianjurkan dan dicontohkan oleh Rasulullah untuk dilakukan di hari Jum’at:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]-->Dianjurkan bagi imam membaca surat <em>as-Sajdah</em> dan <em>al-Insan</em> secara keseluruhan pada shalat subuh di hari Jum’at.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Hal ini berdasarkan hadits Abu Hurairah <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em>, ia menuturkan bahwa Nabi <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> biasa membaca pada Subuh di hari Jum’at <em>“alif lam mim tanzil”</em>, yaitu surat As-Sajdah, dan <em>“hal ata ‘alal insan”</em> (surat Al-Insan)”. (Muttafaq ‘alaih)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.7pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]-->Dianjurkan juga memperbanyak shalawat kepada Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pada hari tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.7pt;text-align:justify;text-indent:35.3pt;">Berdasarkan hadits Aus bin Aus <em>radhiyallahu ‘anhu,</em> Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيْهِ قُبِضَ، وَفِيْهِ النَّفْخَةُ، وَفِيْهِ الصَّعْقَةُ، فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِيْهِ، فَإِنَّ صَلاَتَكُمْ مَعْرُوْضَةٌ عَلَيَّ {رواه أحمد وأصحاب السنن وصححه النووي وحسنه المنذري}</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>“Sesungguhnya di antara hari-hari kalian yang paling utama adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam<span> </span>diciptakan, pada hari itu ia diwafatkan, pada hari itu sangkakala ditiup, dan pada hari itu manusia dimatikan, maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari tersebut, karena sesungguhnya shalawat kalian disampaikan kepadaku.” <strong>(HR. Ahmad serta para penyusun kitab Sunan, dishahihkan oleh Imam Nawawi, dan dihasankan oleh al-Mundziri)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]-->Membaca surat Al-Kahfi<span> </span>pada hari Jum’at</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.7pt;text-align:justify;text-indent:35.3pt;">Dengan dasar hadits Abu Sa’id al-Khudri <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="MsoBodyText3" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA">مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ {رواه الحاكم و البيهقي وصححه الألباني}</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>“Barang siapa membaca </span><span>surat</span><span> al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan bersinar baginya cahaya di antara dua Jum’at.” <strong>(HR. Hakim dan Baihaqi. Al-Albani menshahihkannya)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:-18pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]-->Memperbanyak doa pada hari Jum’at, mudah-mudahan bertepatan dengan saat yang mustajab.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu,</em><span> </span>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">إَنَّ فِي الْجُمُعَةِ سَاعَةً لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ الله َشَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ – وَقَالَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا<span> </span>{متفق عليه}</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>“Sesungguhnya pada hari Jum’at ada saat-saat yang tidaklah seorang hamba muslim tepat menemuinya dalam kondisi berdiri menunaikan shalat dan meminta sesuatu kepada Alloh melainkan Alloh akan kabulkan permintaannya” —Beliau berisyarat dengan jarinya bahwa waktu tersebut sangat singkat.<strong> (Muttafaq ‘Alaihi)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span><span> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><span>Memperbanyak sedekah </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Sedekah memiliki keutamaan yang sangat besar dan banyak, diantaranya <span style="color:black;" lang="IN">Rasulullah bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:black;" lang="IN">“Sedekah dapat menghapuskan dosa sebagaimana air dapat memadamkan api.” (HR. At-Tirmidzi [2616]; beliau berkata,” Hadits ini hasan shahih”)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.7pt;text-align:justify;text-indent:18pt;"><span lang="IN">Namun, sedekah pada hari Jum’at pahalanya jauh lebih besar dibandingkan bersedekah pada hari-hari yang lain. Ibnul Qayyim <em>rahimahullah</em> berkata: Shadaqah pada hari Jum’at jika dibandingkan dengan hari-hari lain seperti shadaqah pada bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lain.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span lang="IN"><span> </span></span><span style="font-size:12pt;" lang="IN">Akan tetapi perlu diingat, bahwa sedekah tidak hanya berupa uang. Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">“Sesungguhnya tiap-tiap tasbih (ucapan: subhanallah) adalah sedekah, tiap-tiap tahmid (ucapan: alhamdulillah) adalah sedekah, tiap-tiap tahlil (ucapan: laailaaha illallah) adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, melarang daripada kemunkaran adalah sedekah, dan berhubungan badan dengan istri adalah sedekah.” (HR. Muslim)</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Beliau <em>Shallallahu ‘alaihi wa Sallam</em> juga bersabda:</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">“Setiap kebaikan adalah sedekah.” (HR. Al-Bukhari)</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>Di antara bentuk kebaikan yang mudah untuk kita lakukan adalah dengan senantiasa berwajah ceria (murah senyum) kepada saudara kita sesama Muslim.</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa Sallam</em> bersabda:</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">“Janganlah sekali-kali kamu meremehkan sedikitpun dari kebaikan-kebaikan, meskipun hanya kamu berjumpa saudaramu dengan muka manis.” (HR. Muslim)</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>Rasulullah juga bersabda:</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">“Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah bagimu.” (HR. At-Tirmidzi)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]-->Melaksanakan shalat Jum’at beserta adab-adabnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Akan disebutkan sebentar lagi tentang beberapa adab yang disunnahkan untuk dilakukan oleh orang yang ingin menghadiri shalat Jum’at.<span> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muhammadmujianto.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muhammadmujianto.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhammadmujianto.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhammadmujianto.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhammadmujianto.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhammadmujianto.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhammadmujianto.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhammadmujianto.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhammadmujianto.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhammadmujianto.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhammadmujianto.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhammadmujianto.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhammadmujianto.wordpress.com&blog=3619739&post=49&subd=muhammadmujianto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/bab-3-meraih-pahala-berlimpah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71e1afe5166a51d4a786997487000f7e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">muji2008</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BAB 2: ADA APA DENGAN HARI JUM’AT</title>
		<link>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/bab-2-ada-apa-dengan-hari-jum%e2%80%99at/</link>
		<comments>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/bab-2-ada-apa-dengan-hari-jum%e2%80%99at/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 02:41:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muji2008</dc:creator>
				<category><![CDATA[e-BOOK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammadmujianto.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Hari Jum’at merupakan hari ibadah. Kedudukannya dibanding hari-hari yang lain seperti bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya. Saat terkabulnya do’a pada hari itu seperti malam Lailaul Qodar di bulan ramadhan. 
(Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zaadul Ma’ad [I / 398])
ooo
 
 
Mengenal Hari Jum’at 
 Berdasarkan penjelasan pakar bahasa Arab, jim, mim dan ‘ain adalah satu asal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhammadmujianto.wordpress.com&blog=3619739&post=47&subd=muhammadmujianto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="FI">Hari Jum’at merupakan hari ibadah. Kedudukannya dibanding hari-hari yang lain seperti bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya. Saat terkabulnya do’a pada hari itu seperti malam <em>Lailaul Qodar</em> di bulan ramadhan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="FI">(Ibnul Qayyim</span></strong><span lang="FI"> <em>rahimahullah</em><span> </span>dalam <strong><em>Zaadul Ma’ad</em> [I / 398])</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:20pt;font-family:Wingdings;"><span></span></span><span style="font-size:20pt;" lang="FI">ooo</span><span style="font-size:20pt;font-family:Wingdings;"><span></span></span><strong><span lang="FI"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<h5 style="text-align:left;"><span style="font-size:14pt;" lang="FI">Mengenal Hari Jum’at </span></h5>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span>Berdasarkan penjelasan pakar bahasa Arab, <em>jim, mim</em> dan <em>‘ain</em> adalah satu asal yang menunjukkan berhimpunnya sesuatu. Sehingga hari Jum’at dinamakan demikian, karena manusia berkumpul di dalamnya pada hari itu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="FI">Sedangkan secara istilah, <em>Jumu’ah</em> –dengan <em>jim</em> dan <em>mim</em> di-<em>dhamah</em> dan boleh juga men-<em>sukun</em>-kan <em>mim</em> dan mem-<em>fathah</em>-kannya- menurut istilah adalah suatu hari dalam sepekan yang di dalamnya diselenggarakan shalat secara khusus, yaitu shalat Jum’at. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<h5 style="text-align:left;"><span style="font-size:14pt;" lang="FI">Keutamaan Hari Jum’at</span></h5>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="FI">Hari Jum’at memiliki banyak sekali keutamaan. </span>Berikut ini di antaranya:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]-->Hari Jum’at merupakan anugerah yang diberikan Allah khusus kepada ummat Islam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18.7pt;">Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText3" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">أَضَلَّ الله ُعَزَّ وَجَلَّ عَنِ الْجُمُعَةِ مَنْ كَانَ قَبْلَنَا، فَكَانَ لِلْيَهُوْدِ يَوْمُ السَّبْتِ، وَكَانَ لِلنَّصَارَى يَوْمُ اْلأَحَدِ، فَجَاءَ الله ُبِنَا فَهَدَانَا لِيَوْمِ الْجُمُعَةِ، فَجَعَلَ الْجُمُعَةَ وَالسَّبْتَ وَاْلأَحَدَ، وَكَذَلِكَ هُمْ تَبَعٌ لَنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، نَحْنُ اللآخِرُوْنَ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا، وَاْلأَوَّلُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ المَقْضِيُّ بَيْنَهُمْ قَبْلَ الْخَلاَئِقِ {رواه مسلم}</span></p>
<p class="MsoBodyText2"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;"><span>“Alloh telah menyesatkan orang-orang sebelum kita dari hari Jum&#8217;at. Sehingga hari Sabtu adalah milik orang Yahudi dan hari </span><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">ِ</span></em><span>Ahad (Minggu) adalah milik orang Nasrani. Kemudian Alloh mendatangkan kita dan menunjuki kita kepada hari Jum’at, maka Ia jadikan hari jum’at, sabtu dan ahad (bagi kita). Begitu pula pada hari kiamat mereka akan mengikuti kita. Kita adalah umat terakhir di dunia ini, tetapi akan menjadi yang pertama diberi keputusan pada hari kiamat sebelum makhluk yang lain.” <strong>(HR. Muslim)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.7pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><span lang="SV">Hari Jum’at adalah hari yang paling baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu, </em>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيْهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيْهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَلاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ {رواه مسلم}</span><span style="font-size:20pt;" dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Sebaik-baik hari yang terbit padanya matahari adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan ke dalam surga, dikeluarkan darinya, dan tidak akan terjadi hari kiamat kecuali pada hari Jum’at.” <strong>(HR. Muslim)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="FI"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><span lang="FI">Pada hari Jum’at terdapat pelaksanaan shalat Jum’at.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.7pt;text-align:justify;text-indent:18pt;"><span lang="FI">Shalat Jum’at merupakan salah satu kewajiban paling kuat (kokoh) dalam Islam dan merupakan salah satu momen berkumpulnya kaum muslimin. Barangsiapa meninggalkannya karena meremehkannya, niscaya Alloh akan mengunci mati hatinya, sebagaimana tertera dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"> </span></p>
<h2 style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمْ اَلْجُمُعَاتِ أَوْلَيَخْتَمِنَّ اللهُ عَلَى قُلُوْبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُوْنَنَّ مِنَ الْغَافِلِيْنَ {وراه مسلم}</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>“Hendaklah suatu kaum benar-benar menghentikan perbuatan mereka meninggalkan shalat Jum’at atau Alloh benar-benar akan mengunci mati hati mereka, sehingga mereka termasuk orang-orang yang lalai.” <strong>(HR. Muslim)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.7pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]-->Pada hari itu terdapat saat-saat yang tepat untuk dikabulkannya do’a.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu,</em><span> </span>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">إَنَّ فِي الْجُمُعَةِ سَاعَةً لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ الله َشَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ – وَقَالَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا<span> </span>{متفق عليه}</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>“Sesungguhnya pada hari Jum’at ada saat-saat yang tidaklah seorang hamba muslim tepat menemuinya dalam kondisi berdiri menunaikan shalat dan meminta sesuatu kepada Alloh melainkan Alloh akan kabulkan permintaannya” —Beliau berisyarat dengan jarinya bahwa waktu tersebut sangat singkat.<strong> (Muttafaq ‘Alaihi)<a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[1]</span></strong></span><!--[endif]--></span></span></a></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]-->Shadaqah pada hari Jum’at lebih baik dibandingkan hari-hari lainnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.7pt;text-align:justify;text-indent:18pt;">Ibnul Qayyim <em>rahimahullah</em> berkata: Shadaqah pada hari Jum’at jika dibandingkan dengan hari-hari lain seperti shadaqah pada bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.7pt;text-align:justify;text-indent:35.3pt;">Dalam hadits Ka’ab disebutkan:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<h2 style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">&#8230; وَالصَّدَقَةُ فِيْهِ أَعْظَمُ مِنَ الصَّدَقَةِ فِي سَائِرِ اْلأَيَّامِ</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>“Shadaqah pada hari itu lebih agung dibandingkan shadaqah pada hari-hari lainnya.” <strong>(Hadits shahih </strong></span><strong><em>mauquf</em><span>, dan dihukumi </span><em>marfu</em><span>’</span></strong><a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><strong><span>)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]-->Pada hari Jum’at Alloh <em>‘Azza wa Jalla</em> akan menampakkan diri ke hadapan wali-wali-Nya di Surga kelak.<em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.7pt;text-align:justify;text-indent:18pt;">Ketika menafsirkan firman Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala:</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><span lang="AR-SA"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/RUFF.NET/LOCALS~1/Temp/msohtml1/07/clip_image002.jpg" alt="" width="33" height="35" /><!--[endif]--><span> </span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/RUFF.NET/LOCALS~1/Temp/msohtml1/07/clip_image004.jpg" alt="" width="28" height="35" /><!--[endif]--><span> </span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/RUFF.NET/LOCALS~1/Temp/msohtml1/07/clip_image006.jpg" alt="" width="21" height="30" /><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">“dan pada sisi Kami adalah tambahannya.”<strong> (QS. Qaaf: 35)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Anas bin Malik <em>radhiyallahu ‘anhu</em> berkata: Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> akan menampakkan diri kepada mereka pada setiap hari Jum’at.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" lang="SV"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><span lang="SV">Hari Jum’at merupakan hari raya yang berulang-ulang setiap pekan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.7pt;text-align:justify;text-indent:18pt;"><span lang="SV">Dari Ibnu ‘Abbas <em>radhiyallahu ‘anhu,</em> Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoBodyText3" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA">إ</span><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">ِنَّ هَذَا يَوْمُ عِيْدٍ جَعَلَهُ الله ُلِلْمُسْلِمِيْنَ فَمَنْ جَاءَ الْجُمُعَةَ فَلْيَغْتَسِلْ</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>“Sesungguhnya hari ini (hari Jum’at-pent) adalah hari raya yang telah Alloh tetapkan untuk kaum muslimin, maka barangsiapa yang akan menghadiri shalat Jum’at hendaklah ia mandi terlebih dahulu…” <strong>(HR. Ibnu Majah, sebagaimana tertera dalam Shahih at- Targhib)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]-->Hari Jum’at merupakan hari dihapusnya dosa-dosa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Dari Salman al-Farisi <em>radhiyallahu ‘anhu,</em> Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">لاَ يَغْتَسِلُ رَجُلٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، وَيَتَطَهَّرُ مَا اسْتَطَاعَ مِنْ طُهْرٍ، وَيَدَّهِنُ مِنْ دُهْنِهِ، أَوْ يَمَسُّ مِنْ طِيْبِ بَيْتِهِ، ثُمَّ يَخْرُجُ فَلاَ يُفَرِّقُ بَيْنَ اثْنَيْنِ، ثمُ َّيُصَلِّيْ مَاكُتِبَ لَهُ، ثُمَّ يُنْصِتُ إِذَا تَكَلَّمَ اْلإِمَامُ إِلاَّ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ اْلأُخْرَى {رواه البخاري}</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Tidaklah seseorang mandi pada hari Jum’at, bersuci semampunya, serta memakai wangi-wangian, atau menggunakan sebagian dari minyak wangi keluarganya, kemudian ia keluar (menuju masjid) dan tidak memisahkan antara dua orang, lantas menunaikan shalat sesuai yang ditetapkan untuknya, lalu diam ketika imam sedang berkhutbah melainkan akan diampuni dosanya di antara jum’at tersebut dan jum’at lainnya.”<strong> (HR. Bukhari)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"><span>8.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]-->Bahwasanya Neraka Jahanam dipanaskan (dikobarkan) setiap hari kecuali hari Jum’at, untuk memuliakan hari yang sangat agung ini. (<strong>Lihat: Zaadul Ma’ad: I / 387)</strong></p>
<p class="MsoBodyText2">
<p class="MsoBodyText2" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;vertical-align:baseline;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"><span>9.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]-->Wafat pada hari Jum’at atau pada malam harinya merupakan salah satu tanda-tanda husnul khatimah.</p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-left:0.7pt;text-align:justify;text-indent:18pt;">Orang yang wafat ketika itu akan aman dari fitnah kubur dan pertanyaan dua Malaikat. Dari <em>’</em>Abdullah bin <em>’</em>Amr <em>radhiyallahu ’anhuma</em>, Rasulullah <em>shallallahu ’alaihi wa sallam </em><span> </span>bersabda:</p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ، إِلاَّ وَقَاهُ الله ُتَعَالَى فِتْنَةَ الْقَبْرِ {رواه أحمد والترمذي وصححه الألباني}</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText2" style="text-align:justify;">“Tidaklah seorang muslim meninggal dunia pada hari Jum’at atau malam harinya melainkan Alloh akan melindunginya dari fitnah kubur.” <strong>(HR. Ahmad serta Tirmidzi, dan dishahihkan oleh al-Albani)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-size:10pt;"> Ulama berbeda pendapat dalam menentukan waktu yang mustajab itu. </span><span style="font-size:10pt;">Ada</span><span style="font-size:10pt;"> yang mengatakan bahwa waktu itu mulai dari duduknya imam sampai selesainya shalat Jum’at, dan ada yang mengatakan bahwa waktu itu berada setelah shalat Ashar. <span> </span>Namun yang penting, hendaknya kita memperbanyak do’a di hari Jum’at. Mudah-mudahan doa kita bertepatan dengan waktu mustajab itu. </span></p>
<p class="MsoFootnoteText">
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:&quot;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-family:&quot;"> Hadits <em>mauquf</em> artinya hadits yang terhenti rantai perawinya sampai pada Sahabat saja, atau dengan kata lain adalah perkataan Sahabat. Sedangkan hadits <em>marfu’</em> adalah hadits yang tersambung rantai perawinya sampai ke Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em></span></p>
</div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muhammadmujianto.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muhammadmujianto.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhammadmujianto.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhammadmujianto.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhammadmujianto.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhammadmujianto.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhammadmujianto.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhammadmujianto.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhammadmujianto.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhammadmujianto.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhammadmujianto.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhammadmujianto.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhammadmujianto.wordpress.com&blog=3619739&post=47&subd=muhammadmujianto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/bab-2-ada-apa-dengan-hari-jum%e2%80%99at/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71e1afe5166a51d4a786997487000f7e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">muji2008</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/RUFF.NET/LOCALS~1/Temp/msohtml1/07/clip_image002.jpg" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/RUFF.NET/LOCALS~1/Temp/msohtml1/07/clip_image004.jpg" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME~1/RUFF.NET/LOCALS~1/Temp/msohtml1/07/clip_image006.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>BAB I: KASIH SAYANG ALLAH</title>
		<link>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/bab-i-kasih-sayang-allah/</link>
		<comments>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/bab-i-kasih-sayang-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 02:39:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muji2008</dc:creator>
				<category><![CDATA[e-BOOK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammadmujianto.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[“Sesungguhnya Allah Maha Pengampun 
lagi Maha Penyayang.”
(QS. Al-Muzammil: 20)
ooo
 
 Dalam mengarungi bahtera kehidupan, terkadang kita sering lupa dan lalai. Kondisi keimanan kita sering labil. Terkadang naik dan terkadang turun. 
 Setiap harinya, baik disengaja maupun tidak, ada saja aturan-aturan Allah yang kita langgar. Dari sejak bangun tidur hingga kita tidur lagi. Misalnya, tanpa bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhammadmujianto.wordpress.com&blog=3619739&post=44&subd=muhammadmujianto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">“Sesungguhnya Allah Maha Pengampun </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">lagi Maha Penyayang.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">(QS. Al-Muzammil: 20)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:20pt;font-family:Wingdings;"><span></span></span><span style="font-size:20pt;" lang="SV">ooo</span><span style="font-size:20pt;font-family:Wingdings;"><span></span></span><span style="font-size:20pt;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Dalam mengarungi bahtera kehidupan, terkadang kita sering lupa dan lalai. Kondisi keimanan kita sering labil. Terkadang naik dan terkadang turun. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Setiap harinya, baik disengaja maupun tidak, ada saja aturan-aturan Allah yang kita langgar. Dari sejak bangun tidur hingga kita tidur lagi. Misalnya, tanpa bisa dicegah, mata ini sering jelalatan melihat hal-hal yang <em>nggak bener</em>. Mulut sering terpeleset ngomongin orang (ghibah). Dan masih banyak maksiat lainnya yang kita perbuat. Yang kecil maupun yang besar. Seolah, setiap harinya kita tidak pernah absen dari berbuat maksiat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Namun, <em>alhamdulillah</em>, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah, karena Allah sangat sayang kepada hamba-Nya. Di antara bentuk kasih sayang Allah kepada kita ialah Allah menjadikan amalan-amalan dalam setiap hari, yang jika amalan itu kita lakukan “dengan benar”, bisa menghapus dosa yang telah kita perbuat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Sebagai contoh, dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">“Barangsiapa wudhu lalu membaguskan wudhunya, maka kesalahan-kesalahannya akan keluar dari tubuhnya hingga keluar dari bawah kukunya.” (HR. Muslim)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Dalam hadits yang lain Rasulullah bersabda,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">“Barangsiapa bersuci di rumahnya kemudian berangkat menuju salah satu masjid Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban kepada Allah, maka langkah-langkahnya, yang satu menghapus dosa dan yang lain mengangkat derajat.” (HR. Muslim).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Kemudian juga, dalam mengarungi hidup, terkadang kita terlalu disibukkan oleh urusan dunia. Entah bekerja di kantor, berdagang, mengurus anak, dll. Sehingga waktu kita untuk melaksanakan ibadah jadi berkurang. Porsi untuk ibadah menjadi lebih sedikit dibandingkan waktu untuk mengerjakan aktivitas keduniaan. Saking sibuknya, kita hanya sempat melaksanakan amalan yang wajib. Sedangkan amalan sunnah terbengkalai. Kalaupun dikerjakan, itupun hanya sekali-kali saja. </span><span lang="FI">Akhirnya, kitapun terluput dari mendapatkan pahala amalan-amalan sunah itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span>Namun, lagi-lagi Allah menunjukkan kasih sayang-Nya kepada kita. Allah menjadikan waktu-waktu tertentu (khusus), di mana di waktu itu, jika seorang melakukan sebuah amalan, maka akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah.<span> </span>Misalnya saja, Allah menjadikan satu malam di bulan Ramadhan, yang ibadah di malam itu nilainya sama dengan ibadah selama seribu bulan. Malam itu kita kenal dengan malam <em>lailatul qodar</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span>Barangkali ada yang berkomentar: “Tapi <em>khan</em>, malam <em>lailatur qodar</em> adanya cuma sekali dalam setahun. Jadi terlalu lama untuk menunggunya. Ada tidak yang lebih lebih cepat dari itu?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span>Oo tentu saja ada. Apa <em>sih</em> yang tidak ada dalam Islam? <em>Lha wong</em> Islam ini lengkap, <em>kok</em>!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span>Kalau kita mau, dalam setiap minggu ada satu hari istimewa yang di hari itu, jika kita mengamalkan suatu amalan, maka akan dihitung puasa dan shalat sunnah selama setahun. Juga, sedekah pada hari itu lebih agung kedudukannya dari hari-hari yang lain. Dan, masih ada <em>seabrek</em> keutamaan dan keistimewaan lainnya.<span> </span>Hari istimewa itu ialah hari Jum’at. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span>Namun perlu diingat. Untuk mendapatkan keutamaan dan keistimewaan itu, tidak bisa sembarangan. Ibadah yang kita lakukan harus memenuhi dua syarat: (1) ikhlas karena Allah dan (2) sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah. Tanpa dua syarat ini, ibadah yang kita lakukan akan sia-sia. Tiada pahala yang akan kita peroleh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span>Sebenarnya, apa sajakah keistimewaan yang ada di hari Jum’at? Bagaimana cara memperolehnya? Benarkah Jum’atan bisa membuat orang menjadi kaya dan panjang umur? Mari kita simak bersama-sama.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muhammadmujianto.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muhammadmujianto.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhammadmujianto.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhammadmujianto.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhammadmujianto.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhammadmujianto.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhammadmujianto.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhammadmujianto.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhammadmujianto.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhammadmujianto.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhammadmujianto.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhammadmujianto.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhammadmujianto.wordpress.com&blog=3619739&post=44&subd=muhammadmujianto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/bab-i-kasih-sayang-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71e1afe5166a51d4a786997487000f7e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">muji2008</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SUATU SIANG DI HARI JUM’AT</title>
		<link>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/suatu-siang-di-hari-jum%e2%80%99at/</link>
		<comments>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/suatu-siang-di-hari-jum%e2%80%99at/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 02:37:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muji2008</dc:creator>
				<category><![CDATA[e-BOOK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammadmujianto.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[(SEBUAH PENGANTAR)
Jam di dinding Masjid menunjukkan pukul 11 siang. Kurang-lebih satu jam lagi masuk waktu Jum’at. Namun, ruangan masjid masih terlihat kosong melompong. Belum ada jama’ah yang hadir. Cuma terlihat beberapa orang marbot yang sedang sibuk menggelar karpet dan menyiapkan sound system untuk keperluan khatib berceramah.
 Di luar masjid orang-orang masih sibuk dengan urusannya masing-masing. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhammadmujianto.wordpress.com&blog=3619739&post=42&subd=muhammadmujianto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;" lang="SV">(SEBUAH PENGANTAR)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Jam di dinding Masjid menunjukkan pukul 11 siang. Kurang-lebih satu jam lagi masuk waktu Jum’at. Namun, ruangan masjid masih terlihat kosong melompong. Belum ada jama’ah yang hadir. Cuma terlihat beberapa orang marbot yang sedang sibuk menggelar karpet dan menyiapkan <em>sound system</em> untuk keperluan khatib berceramah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Di luar masjid orang-orang masih sibuk dengan urusannya masing-masing. Para pedagang masih berteriak-teriak menjajakan barang dagangannya, supir metro mini masih kebut-kebutan berebut penumpang, pekerja kantor masih asyik di depan komputernya, dan para pelajar masih khusyuk mendengarkan ceramah pak guru di depan kelas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Tak jauh beda dengan pemandangan di dalam rumah. Ada yang masih selonjoran dengan santainya di depan televisi. Ada yang masih meringkuk di atas kasurnya yang empuk, karena habis begadang semalaman. Ada yang masih asyik bersenda gurau bersama anggota keluarga yang lain. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Jarum jam di dinding masjid sedikit demi sedikit bergeser. Tak terasa tiga puluh menit telah berlalu dari pukul 11. Sekarang pukul 11. 30</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Terlihat satu-dua orang mulai memasuki ruangan masjid. Ada yang memakai baju koko dan kain sarung, lengkap dengan peci di kepala. Ada yang memaki gamis putih dengan sorban tergantung di pundak. Ada yang memakai kemeja lengan panjang dan celana panjang bahan (non jeans). Ada juga yang hanya mengenakan kaos oblong <em>full</em> gambar <em>nggak karuan</em> plus celana jeans ketat dan kucel. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Ada jama’ah yang begitu masuk langsung mengambil shaf paling depan dan shalat dua rakaat, lalu khusyuk membaca Al-Qur’an. Ada juga yang begitu masuk langsung duduk di shaf belakang kemudian duduk bersandar sambil tangannya asyik memainkan HP. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Sebagian jama’ah lagi ada yang masih duduk-duduk di teras masjid sambil ngobrol dengan kawannya. Ada yang sedang merem-melek menghabiskan batang rokoknya yang tinggal seperempat. Ada yang sedang santai menyantap mie ayam yang baru saja di pesannya dari pedagang yang mangkal di depan pagar masjid. Ada juga yang sedang berkerumun di sekitar penjual buku yang menggelar dagangannya di halaman masjid. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Jarum jam kembali berputar. 10 menit lagi adzan akan segera dikumandangkan. Petugas<span> </span>MC sudah naik ke mimbar memberikan beberapa informasi terkait pelaksanaan shalat Jum’at. Tak lupa sang MC mengingatkan jama’ah untuk mengisi shaf terdepan terlebih dahulu. Terlihat jama’ah yang hadir belum ada setengahnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Orang-orang di rumah ada yang baru mau akan mandi. Para pedagang di pasar baru saja akan mengemasi barang dagangannya. Namun ada juga yang masih sibuk bertransaksi. Para supir angkutan umum masih terlihat berseliweran. Hanya ada beberapa yang memarkir mobilnya di pangkalan, kemudian beranjak menuju masjid terdekat dengan keringat yang bercucuran. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Adzan pun kini berkumandang. Orang-orang bergegas memasuki masjid. Tampak beberapa orang melangkahi pundak jama’ah yang ada di depannya untuk mencari tempat kosong. Ada juga yang duduk-duduk di tangga masjid dengan posisi membelakangi kiblat sambil menunggu khatib selesai khutbah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV">Namun, di luar sana, masih ada saja orang Islam yang enggan untuk beranjak dari tempat duduknya. Mereka tidak peduli dengan panggilan adzan yang bersahut-sahutan dari pengeras suara yang bertengger di menara masjid: <em>Hayya ‘alas Sholaah…! Hayya ‘alal falah…! </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Pembaca yang dirahmati Allah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Ilustrasi di atas hanyalah sebuah gambaran kecil dari realita sebenarnya yang ada di tengah-tengah kita. Betapa banyak, kalau kita perhatikan,<span> </span>kaum muslimin yang memandang hari Jum’at tak ubahnya seperti hari-hari yang lain, tiada beda. Paling-paling yang mereka tahu, bahwa di hari Jum’at ada pelaksanaan shalat Jum’at. Itu saja. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Padahal, kalau mau dibandingkan dengan hari-hari yang lain, hari Jum’at memiliki banyak sekali keistimewaan. Sehingga, wajar saja jika Rasulullah mengkhususkan hari Jum’at untuk fokus melakukan berbagai macam ibadah. Sebagaimana perkataan Imam Ibnul Qayyim <em>rahimahullah</em> dalam <em>Zadul Ma’ad</em>,” Di antara petunjuk Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> adalah mengagungkan, mengistimewakan, serta memuliakan hari Jum’at dibanding hari lainnya<span> </span>dengan berbagai macam ibadah”. Maka, sangat merugilah orang-orang yang melewati hari Jum’at, namun tidak mendapatkan keistimewaan yang ada di dalamnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Oleh karena itu, melalui risalah sederhana ini, saya ingin memotivasi diri saya sendiri (khususnya) dan kaum Muslimin (pada umumnya) untuk memperbanyak ibadah di hari Jum’at. Sekaligus, dalam buku ini, saya akan berikan sebuah informasi berharga bahwa hari Jum’at bisa dijadikan moment untuk memperkaya diri sekaligus ”memperpanjang” umur. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Semoga hadirnya buku ini bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik untuk semua pihak. Amien. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Bogor,<span> </span>Maret 2008 </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Abdul Jabbar<span> </span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muhammadmujianto.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muhammadmujianto.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhammadmujianto.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhammadmujianto.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhammadmujianto.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhammadmujianto.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhammadmujianto.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhammadmujianto.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhammadmujianto.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhammadmujianto.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhammadmujianto.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhammadmujianto.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhammadmujianto.wordpress.com&blog=3619739&post=42&subd=muhammadmujianto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/suatu-siang-di-hari-jum%e2%80%99at/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71e1afe5166a51d4a786997487000f7e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">muji2008</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JUM’ATAN BISA BIKIN KAYA DAN PANJANG UMUR</title>
		<link>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/jum%e2%80%99atan-bisa-bikin-kaya-dan-panjang-umur/</link>
		<comments>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/jum%e2%80%99atan-bisa-bikin-kaya-dan-panjang-umur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 02:35:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muji2008</dc:creator>
				<category><![CDATA[e-BOOK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhammadmujianto.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[DAFTAR ISI
 
SUATU SIANG DI HARI JUM’AT 
KASIH SAYANG ALLAH 
ADA APA DENGAN HARI JUM’AT 
q Mengenal Hari Jum’at 
q Keutamaan Hari Jum’at 
MERAIH PAHALA BERLIMPAH 
SHALAT JUM’AT 
q Hukum Shalat Jum’at 
q Wanita dan Shalat Jum’at 
q Dasar Kewajiban Shalat Jum’at 
q Keistimewaan Shalat Jum’at 
q Agar Jum’atan Tak Sia-Sia 
q Tata Cara Shalat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhammadmujianto.wordpress.com&blog=3619739&post=40&subd=muhammadmujianto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><span style="font-size:16pt;" lang="FI">DAFTAR ISI</span><span lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI">SUATU SIANG DI HARI JUM’AT </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI">KASIH SAYANG ALLAH </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI">ADA APA DENGAN HARI JUM’AT<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:8pt;font-family:Wingdings;"><span>q<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Mengenal Hari Jum’at </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:8pt;font-family:Wingdings;"><span>q<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Keutamaan Hari Jum’at </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">MERAIH PAHALA BERLIMPAH </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">SHALAT JUM’AT </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:8pt;font-family:Wingdings;"><span>q<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Hukum Shalat Jum’at </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:8pt;font-family:Wingdings;"><span>q<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Wanita dan Shalat Jum’at </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:8pt;font-family:Wingdings;"><span>q<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Dasar Kewajiban Shalat Jum’at </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:8pt;font-family:Wingdings;"><span>q<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Keistimewaan Shalat Jum’at </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:8pt;font-family:Wingdings;" lang="SV"><span>q<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">Agar Jum’atan Tak Sia-Sia </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:8pt;font-family:Wingdings;"><span>q<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Tata Cara Shalat Jum’at </span></p>
<p class="MsoFooter"><span lang="ES">KAYA DAN PANJANG UMUR SETELAH JUM’ATAN</span></p>
<p class="MsoFooter"><span lang="IT">PENUTUP </span></p>
<p class="MsoFooter"><span lang="IT">SUPLEMEN I: TATA CARA MANDI JUNUB</span></p>
<p class="MsoFooter"><span lang="IT">SUPLEMEN II: ETIKA DI MASJID </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muhammadmujianto.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muhammadmujianto.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhammadmujianto.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhammadmujianto.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhammadmujianto.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhammadmujianto.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhammadmujianto.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhammadmujianto.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhammadmujianto.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhammadmujianto.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhammadmujianto.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhammadmujianto.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhammadmujianto.wordpress.com&blog=3619739&post=40&subd=muhammadmujianto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhammadmujianto.wordpress.com/2008/09/10/jum%e2%80%99atan-bisa-bikin-kaya-dan-panjang-umur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71e1afe5166a51d4a786997487000f7e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">muji2008</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>