Kita hidup ibarat sedang mengisi lembaran putih. Yang tertulis di dalamnya adalah semua amalan yang pernah kita kerjakan selama hidup di dunia. Namun, penulisnya bukan kita sendiri. Melainkan dua Malaikat yang selalu menyertai kita ke manapun kita pergi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu)”. (QS. Al-Infithar [82]: 10-11)
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman: “(Yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir”. (QS. Qaaf [50]: 17-18)
Maka, apakah yang kita inginkan untuk tertulis dalam lembaran catatan amalan kita itu? Amal kebaikan ataukah amal buruk? Semua terserah kita. Sebab, resikonya pun kita yang akan menanggungnya. Jika kebaikan yang memenuhi catatan amal kita, dengan rahmat Allah kita akan termasuk kedalam barisan orang –orang yang beruntung. Siapakah mereka? Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung.” (QS. Ali-Imran [3]:185)
Namun, jika dosa dan kesalahan yang menumpuk, maka …“Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata:”Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Rabbmu tidak menganiaya seorang juapun”. (QS. Al-Kahfi [18]:49)
Saudaraku! Tidakkah salah seorang di antara kita merasa malu manakala dibukakan lembaran catatan amal yang kita kerjakan sepanjang hari, lalu kita dapati di dalamnya sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan urusan agama maupun kepentingan dunia kita? Apalagi catatan itu justru penuh berlumur dosa!!! Marilah saudaraku…! Sebelum terlambat. Sebelum ajal datang menjemput. Sebelum catatatan amal ditutup. Mari kita isi lembar-lembar kehidupan kita dengan amal taat. Jangan sampai kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang merugi dan menyesal di negeri akhirat nanti.
“Dan mereka berteriak di dalam neraka itu:”Ya Rabb kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal yang shalih berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir,
dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun”. (QS. Fathir [35]:37)