SERIAL “MERAIH KEKEKALAN CINTA” (SENANDUNG MUKADIMAH)

Saya yakin, jika masih berfikir normal, setiap orang tentu menginginkan rumah tangganya bisa bahagia. Saya yakin, mereka semua tentu berharap bisa hidup bersama hingga akhir hayat. Saya yakin itu.

Namun, adakah di antara kita yang bisa menjamin bahwa rumah tangga yang sedang kita bina saat  ini akan terus langgeng hingga akhir hayat? Adakah diantara kita yang bisa menjamin bahwa rumah tangga yang saat ini sedang kita bangun bisa bisa harmonis hingga ajal datang menjemput ?  Tidak ada seorang pun yang bisa memberi jaminan akan hal itu. Bahkan seorang Nabi sekalipun tak bisa menjamin rumah tangganya bisa kekal abadi selamanya.

Contohnya saja Nabi Nuh dan Nabi Luth ‘alaihimassalam. Meskipun mereka berdua adalah makhluk pilihan Allah Subahanahu wa Ta’ala, mereka tidak bisa menjamin kehidupan rumah tangga mereka bisa bahagia selamanya. Mereka ternyata harus berpisah dengan istri-istri mereka yang durhaka.

“Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba kami, lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing). Maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah. Dan dikatakan (kepada keduanya), ‘Masuklah ke dalam Jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)’”. (QS. At-Tahrim [66]: 10)

Jadi, kebahagiaan hidup dalam rumah tangga adalah urusan Allah. Allah lah yang telah menetukannya. Hanya Allah sajalah yang bisa menjamin kehidupan rumah tangga seseorang bisa bahagia. Bukan saya, bukan Anda, dan bukan pula para Nabi atau Malaikat. Hanya allah saja yang bisa menjamin.

Kalau demikian keadaannya, lalu apa yang seharusnya kita lakukan? Apakah kita harus pasrah begitu saja menunggu ketetapan dari Allah itu?

Tentu saja tidak. Kita diperintahkan untuk berusaha. Meski kita tidak bisa menjamin akan bisa meraih kebahagiaan dengan semata-mata usaha kita, namun Allah Subahanahu waTa’ala akan melihat usaha kita. Allah Subahanahu wa Ta’ala akan memberi kemudahan kepada orang-orang yang mau berusaha.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pernah bersabda, “Berusahalah kalian, masing-masing kalian akan dimudahkan menurut takdir yang telah ditentukan baginya.” (HR. Muslim, dikutip dari Kutaib Nubzatun fil ‘Aqidah karya Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah, hal. 56).

Jadi, hendaklah kita terus berusaha. Kita berusaha dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan untuk meraih kebahagiaan hidup dalam berumah tangga. Insya Allah, Allah akan memberi kemudahan bagi kita.

Lalu, apa usaha yang bisa kita lakukan ?

Banyak! Banyak hal yang bisa kita lakukan. Paling tidak, ada dua usaha penting yang bisa kita lakukan. Yang pertama, kita berdoa kepada Allah Subahanhu wa Ta’ala. Kita senantiasa memohon kepada-Nya agar diberi karunia berupa rumah tangga yang bahagia, pasangan hidup yang shalih dan shalihah, dan anak keturunan yang bisa menentramkan hati dan menjadi penyejuk pandangan mata. Ini usaha pertama yang seharusnya kita lakukan.

Allah Subhanahu waTa’ala berfirman (yang artinya):

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan aku kabulkan.”(QS. Al-Mu’min: 60)

Kemudian yang kedua, hendaknya kita banyak membaca. Ya, banyak membaca. Bukankah kita diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk membaca? Bukankah ayat al-Qur’an yang pertama kali turun adalah perintah “IQRO!”, BACALAH !

Dengan banyak membaca kita akan menjadi orang yang perngetahuan. Kemudian, dengan adanya pengetahuan itu, jalan di depan kita akan menjadi terang benderang. Sehingga mudah-mudahan, dengan adanya cahaya pengetahuan yang terang benderang di depan kita, dapat membimbing dan mengarahkan kita menuju cita-cita yang hendak kita raih.

Jika kita ingin mendapatkan keharmonisan hidup dalam rumah tangga, kita baca kisah-kisah orang yang sudah berhasil dalam membina rumah tangganya. Kita baca kisah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam membina rumah tangga beliau. Kita baca juga kisah pengalaman para orang-orang shalih lainnya yang telah berhasil dalam mewujudkan keharmonisan dalam rumah tangga mereka.

Disamping buku-buku yang tertulis, kita juga bisa membaca “buku besar” yang terbentang di hadapan kita. Kita baca kehidupan orang-orang di sekitar kita. Kita perhatikan dengan seksama. Apa gerangan yang bisa membuat mereka bisa tetap bersama hingga hari tua.

Kemudian, kita juga bisa baca alam di sekitar kita. Kita baca pepohonan, bebatuan, gedung bertingkat, sungai, bulan, matahari, angin, dan apapun yang berada di sekitar. Kita baca juga kejadian-kejadian atau apapun yang biasa kita dengar dan saksikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Adakah kiranya hikmah yang bisa kita petik dari semua itu? Sungguh, kalau kita mau, ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari apapun yang ada di sekitar kita. Diantaranya pelajaran tentang hidup berumah tangga.

Insya Allah, dengan mengharap pertolongan dari Allah Subahanahu wa Ta’ala, saya akan sampaikan dalam buku ini beberapa pelajaran berharga yang mudah-mudahan bisa membantu kita semua dalam membina rumah tangga. Saya akan sampaikan mutiara-mutiara ilmu yang berhasil saya dapat dari dalam samudera kehidupan ini. Apa yang saya sampaikan di sisi mudah-mudahan nantinya bisa menjadi lentera penerang bagi para pasutri (termasuk saya tentunya) yang saat ini sedang berusaha meraih keharmonisan hidup dalam rumah tangga.

Terakhir, harus saya katakan bahwa yang saya sampaikan ini hanyalah sebuah teori. Kita semualah yang nantinya akan mempraktikkannya. Saya, Anda, dan kita semua. Kita sama-sama berusaha untuk melakukan yang terbaik bagi rumah tangga kita.

Semoga apa yang saya sampaikan dalam buku ini benar dan bernilai ikhlas di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika, ada kesalahan, mohon kiranya untuk diluruskan.

Demikian saja.

Wallahu a’lam.

Bogor, 23 November 2012

Muhammad Mujianto al-Batawie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: